<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#APSI Arsip - Relasi Publik Jatim</title>
	<atom:link href="https://jatim.relasipublik.com/tag/apsi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jatim.relasipublik.com/tag/apsi/</link>
	<description>Mengutamakan Kepentingan Publik</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Sep 2021 15:50:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://jatim.relasipublik.com/wp-content/uploads/2025/04/cropped-Desain-tanpa-judul-80x80.png</url>
	<title>#APSI Arsip - Relasi Publik Jatim</title>
	<link>https://jatim.relasipublik.com/tag/apsi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Konsolidasi Idealisme Advocad APSI : Quovadis Pengacara Syari&#8217;ah ?</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/terbaru/4145/konsolidasi-idealisme-advocad-apsi-quovadis-pengacara-syariah/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/terbaru/4145/konsolidasi-idealisme-advocad-apsi-quovadis-pengacara-syariah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Sep 2021 15:49:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[#Advocad]]></category>
		<category><![CDATA[#APSI]]></category>
		<category><![CDATA[#Idealisme]]></category>
		<category><![CDATA[#Konsolidasi]]></category>
		<category><![CDATA[#Pengacara]]></category>
		<category><![CDATA[#Quovadis]]></category>
		<category><![CDATA[#Syari'ah ?]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=4145</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; &#160; &#8221; Orang baik tidak perlu hukum...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/terbaru/4145/konsolidasi-idealisme-advocad-apsi-quovadis-pengacara-syariah/">Konsolidasi Idealisme Advocad APSI : Quovadis Pengacara Syari&#8217;ah ?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8221; Orang baik tidak perlu hukum untuk memberitahu mereka agar bertindak secara bertanggung jawab, sementara orang jahat akan menemukan jalan di sekitar undang-undang.&#8221;</p>
<p>( Plato, Filsuf dari Yunani 427 SM &#8211; 347 SM)</p>
<p><strong>SUMENEP, Relasipublik.com &#8211; </strong>PENGACARA yang tergabung dalam Asosiasi Pengacara Syari&#8217;ah Indonesia (APSI) hari ini (17/09/21) menggelar silaturrahim dan konsolidasi idealisme di Lumintu Resto &amp; Cafe Kota Sampang.Temanya: &#8220;Quovadis Pengacara Syari&#8217;ah?&#8221;.</p>
<p>Tulisan ini ada setumpuk kata-kata yang meluap secara alamiah pada agenda sambutan dan arahan di acara itu.</p>
<p>Sebagaimana kita tahu, perspektif banyak orang terhadap profesi advokat sangat beragam. Ada yang menilai negatif karena dinilai suka membela yang bayar, suka memamerkan kekayaan, glamor, dan lain-lain.</p>
<p>Ada juga yang menilai secara positif dan memandang profesi ini sebagai profesi terhormat (officium nobile).</p>
<p>Dalam momentum ini saya ingin mengemukakan beberapa hal yang saya anggap penting karena berkaitan dengan idealisme.</p>
<p>Idealisme itu sejenis kecintaan pada ide, values, keyakinan, bahkan sikap menjadikan yang abstrak sebagai cita, visi dan misi yang lalu disongsong dengan semangat juang.</p>
<p>Konsolidasi idealisme menjadi hampa tanpa menentukan nilai apa yang yang musti diwujudkan, dipegang dan dipertahankan oleh pengacara APSI atau pengacara Syari&#8217;ah.</p>
<p>Idealisme pengacara yang dilengkapi kematangan human resource sangat menentukan integritas, profesionalitas berdasar keahlian, menentukan code of conduct dan etika profesi.</p>
<p>Pengacara Syari&#8217;ah tidak hanya terikat pada Kode Etik Advokat Indonesia yang secara mutatis mutandis berlaku bagi advokat-advokat Indonesia, tetapi juga terikat dengan nilai-nilai ke-Islam-an dalam melaksanakan tugas profesi.</p>
<p>Komitmen ke-Islaman dalam melaksanakan tugas profesi harus ditanamkan pada alam kebatinan pengacara Syari&#8217;ah, bahkan jika mungkin, jadikan perbedaan simbolik itu termanifestasi dalam perbedaan cara bersikap dan berperilaku yang dapat menjadi identitas bagi pengacara-pengacara Syari&#8217;ah, agar profesi ini benar-benar luhur, diwarnai nilai-nilai _ilahiyah_ yang universal.</p>
<p>Profesi sebagai pengacara Syari’ah pada sisi tertentu dapat menjadi sarana dakwah serta ladang amal, karena Pasal 22 ayat (1) UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat menegaskan bahwa: &#8220;Advokat wajib memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu.“</p>
<p>Namun pada sisi lain, advokat boleh menentukan sendiri standart honorarium, sepanjang disepakati oleh klien sebagaimana Pasal 21 ayat (2) UU 18/2003, yaitu: &#8220;Besarnya Honorarium atas Jasa Hukum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan secara wajar berdasarkan persetujuan kedua belah pihak.&#8221;</p>
<p>Dalam momentum silaturrahim pesan utama yang perlu disampaikan adalah bagaimana pengacara Syari&#8217;ah benar-benar menjiwai apa yang dimaksud dengan pribadi advokat dalam Kode Etik Advokat Indonesia serta bagaimana pola tingkah dan pola laku pengacara Syari&#8217;ah, baik di internal, eksternal, antar sesama rekan APSI, sesama rekan sejawat, terhadap APH lain dan pada klien agar benar-benar tercermin advokat yang islami sehingga berintegritas, jujur, adil dan bertanggungjawab.</p>
<p>Apabila ada masalah internal, bermusyawarahlah terlebih dahulu, tabayun lalu melangkah. Apabila terdapat masalah dengan rekan sejawat, apalagi sesama rekan APSI hendaknya dibicarakan baik-baik dan tidak saling menyerang di media cetak ataupun elektronik. Itulah yang tertuang dalam etika profesi.</p>
<p>Seluruh advokat Indonesia harus memiliki solidaritas, dari manapun Organisasi Advokatnya, kita satu tubuh, kita adalah catur wangsa penegak hukum.</p>
<p>Begitupula dalam menangani perkara, hindarilah melanggar hukum, jangan bertindak seperti bajingan. Tapi, jika saudara terpaksa menjadi pengacara bajingan, saran saya, resapi pesan Plato ini:</p>
<p>&#8220;Jika Anda harus melanggar hukum, lakukanlah untuk merampas kekuasaan yang korup. Untuk kasus-kasus lain,  pelajarilah lebih dulu.&#8221;</p>
<p>Ro&#8217;yuna showab wa yahtamilul khata&#8217;, wa ro&#8217;yu ghairina khoto&#8217; wa yahtamilus showab.</p>
<p>Oleh: Sulaisi Abdurrazaq (Ketua DPW APSI Jatim)</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/terbaru/4145/konsolidasi-idealisme-advocad-apsi-quovadis-pengacara-syariah/">Konsolidasi Idealisme Advocad APSI : Quovadis Pengacara Syari&#8217;ah ?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/terbaru/4145/konsolidasi-idealisme-advocad-apsi-quovadis-pengacara-syariah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
