<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Jual Arsip - Relasi Publik Jatim</title>
	<atom:link href="https://jatim.relasipublik.com/tag/jual/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jatim.relasipublik.com/tag/jual/</link>
	<description>Mengutamakan Kepentingan Publik</description>
	<lastBuildDate>Mon, 10 May 2021 15:13:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://jatim.relasipublik.com/wp-content/uploads/2025/04/cropped-Desain-tanpa-judul-80x80.png</url>
	<title>#Jual Arsip - Relasi Publik Jatim</title>
	<link>https://jatim.relasipublik.com/tag/jual/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kasus Korupsi Jual Beli Jabatan, Ada Pasar, Ada Penjual, Ada Pembeli</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-nganjuk/2606/kasus-korupsi-jual-beli-jabatan-ada-pasar-ada-penjual-ada-pembeli/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-nganjuk/2606/kasus-korupsi-jual-beli-jabatan-ada-pasar-ada-penjual-ada-pembeli/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 May 2021 15:13:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Nganjuk]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[#Ada]]></category>
		<category><![CDATA[#Beli]]></category>
		<category><![CDATA[#Jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Jual]]></category>
		<category><![CDATA[#Kasus]]></category>
		<category><![CDATA[#Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[#Pasar]]></category>
		<category><![CDATA[#Pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[#Penjual]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=2606</guid>

					<description><![CDATA[<p>NGANJUK, Relasipublik.Com &#8211; Pemberitaan di berbagai media, cetak,...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-nganjuk/2606/kasus-korupsi-jual-beli-jabatan-ada-pasar-ada-penjual-ada-pembeli/">Kasus Korupsi Jual Beli Jabatan, Ada Pasar, Ada Penjual, Ada Pembeli</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>NGANJUK, Relasipublik.Com &#8211; </strong>Pemberitaan di berbagai media, cetak, tv, radio, online yang semula ramai tentang pelarangan mudik dan budaya mudik menjadi menu yang menarik setiap hari.</p>
<p>Tiba-tiba dengan gerakan senyap KPK ( Komisi Pemberantasan Korupsi) yang menggandeng Mabes (Markas Besar) Polri (Polisi Republik Indonesia) melakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan), Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat di duga melakukan korupsi jual bila jabatan.</p>
<p>Penangkapan Bupati Nganjuk tersebut dilakukan pada Senin (10/5/2021) dini hari, cukup rapi dan tidak diketahui khalayak. Saat ini Bupati bersama pihak-pihak lain yang turut di tangkap sedang menjalani pemeriksaan.</p>
<p>Sesuai KUHAP, KPK mempunyai durasi batas waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang di tangkap tersebut.</p>
<p>Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan adanya OTT terhadap Bupati Nganjuk, KPK  masih juga mendalami penangkapan  tersebut.</p>
<p>Soal adanya  lelang jabatan yang fokus pada camat, pengisian perangkat desa menjadi pemicu dugaan korupsi yang di lakukan Bupati Nganjuk.</p>
<p>OTT yang dilakukan KPK di Kabupaten Nganjuk bukan tahun 2021 saja. Empat tahun sebelumnya,  2017,  KPK melakukan OTT terhadap Bupati periode 2013-2018, Taufiqurrahman.</p>
<p>Taufiq juga tersandung dalam perkara jual beli jabatan. Taufiq memperjualbelikan jabatan untuk Kepala Sekolah dari SD hingga SMA.</p>
<p>OTT saat itu, KPK menyita uang sekitar 287 juta  dari sejumlah orang. Uang diberikan kepada orang kepercayaan Taufiq. Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi telah memvonis Bupati Taufiq 7 tahun penjara.</p>
<p>Kasus korupsi jual beli jabatan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Mungkin yang sudah berlangsung masih aman-aman saja, tidak terendus oleh KPK, karena rapinya pergerakan.</p>
<p>Jual beli jabatan, muncul karena ada pasar yang membutuhkan. Ibarat produksi barang terus berlangsung karena pasar masih membutuhkan. Karena ada yang menjual, kemudian ada yang membeli.</p>
<p>Begitu juga ketika di lingkungan pasar masih membutuhkan dan dianggap penting , maka penjual mematok harga, pembeli cukup banyak, tinggal menimang-nimang tentang prospek barang yang di beli ke depannya.</p>
<p>Jika terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli, pasar kian memperbincangkan.</p>
<p>Dampaknya pasti muncul dan semua akan kembali pada pemilik pasar yang dia ciptakan.</p>
<p>Penulis : Agung/Inonx</p>
<p>Editor    : Mawardi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-nganjuk/2606/kasus-korupsi-jual-beli-jabatan-ada-pasar-ada-penjual-ada-pembeli/">Kasus Korupsi Jual Beli Jabatan, Ada Pasar, Ada Penjual, Ada Pembeli</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-nganjuk/2606/kasus-korupsi-jual-beli-jabatan-ada-pasar-ada-penjual-ada-pembeli/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
