<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Mawardi Arsip - Relasi Publik Jatim</title>
	<atom:link href="https://jatim.relasipublik.com/tag/mawardi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jatim.relasipublik.com/tag/mawardi/</link>
	<description>Mengutamakan Kepentingan Publik</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Sep 2022 10:41:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://jatim.relasipublik.com/wp-content/uploads/2025/04/cropped-Desain-tanpa-judul-80x80.png</url>
	<title>#Mawardi Arsip - Relasi Publik Jatim</title>
	<link>https://jatim.relasipublik.com/tag/mawardi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mawardi Ms Jadi Narasumber Seminar KKN STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/5614/mawardi-ms-jadi-narasumber-seminar-kkn-stai-nurul-huda-kapongan-situbondo/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/5614/mawardi-ms-jadi-narasumber-seminar-kkn-stai-nurul-huda-kapongan-situbondo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2022 10:41:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[#Mawardi]]></category>
		<category><![CDATA[Mawardi Ms Jadi Narasumber Seminar KKN STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo]]></category>
		<category><![CDATA[Stai nurul huda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=5614</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUMENEP, Jatimrelasipublik.com &#8211; Kuliah Kerja Nyata Sekolah Tinggi Agama...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/5614/mawardi-ms-jadi-narasumber-seminar-kkn-stai-nurul-huda-kapongan-situbondo/">Mawardi Ms Jadi Narasumber Seminar KKN STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMENEP, Jatimrelasipublik.com</strong> &#8211; Kuliah Kerja Nyata Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda (STAINH) Kapongan Situbondo menggelar Seminar Pendidikan dengan tema &#8220;Pentingnya Pendidikan di Era Digital&#8221; yang bertempat di Auditorium SMA NU Yayasan Nurul Hajar Banraas Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur, Senin (12/09/2022).</p>
<p>Pihak Yayasan Nurul Hajar yang diwakili oleh Ustad Arpan, S.Pd memberikan apresiasi dan salam terimakasih kepada Mahasiswa KKN STAINH yang menyelenggarakan Seminar dan melibatkan siswa dan siswi di Yayasan Nurul Hajar &#8221; Terimakasih saya ucapan kepada Mahasiswa KKN STAINH yang melibatkan anak didik kami dalam kegiatan seminar ini, dan besar harapan saya semoga anak didik di Yayasan ini bisa menyerap ilmu dan menambah wawasan pengetahuan kedepannya&#8221;. Ungkap nya</p>
<p>Koordinator Desa KKN Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Huda Kapongan Situbondo mengatakan &#8220;Kegiatan seminar ini dilaksanakan di Auditorium SMA NU Nurul Hajar dengan mengahdirkan Mawardi Ms sebagai narasumber yang juga merupakan Alumni Pesantren Salafiyah Syafi&#8217;iyah Sukorejo Situbondo yang juga sering menjadi narasumber dibeberapa kegiatan mahasiswa, dan kami berharap dengan terlaksananya salah satu program kerja KKN posko V yaitu SEMINAR PENDIDIKAN Dengan tema &#8221; pentingnya pendidikan di era digital&#8221;<br />
Mampu memberikan asumsi kesadaran kepada regenerasi muda bahwa sangat sangat pentingnya dunia pendidikan di era digital pada saat ini sehingga mereka punya emosional untuk terus menimbah keilmuan yang berkelanjutan demi negara,keluarga,dan kehidupan sekitar terutamanya&#8221; Ungkap Anil Hakimullah selaku Kordes KKN STAINH.</p>
<p>Narasumber disamping menyampaikan materi tentang pentingnya pendidikan di era digital juga memberikan motivasi kepada peserta untuk tetap kometmen dan semangat dalam melanjutkan pendidikan hingga ketingkat perguruan tinggi &#8220;Pendidikan ini merupakan salah satu wadah untuk melahirkan manusia-manusia yang tangguh dan adaptif dengan tuntutan kehidupan apalagi pada era digitalisasi saat ini, karena pendidikan memiliki pengaruh yang luar biasa agar melahirkan generasi yang cakap dan cerdas dalam ber Media Sosial&#8221;. Ungkap Mawardi Ms yang merupakan lulusan Magister Hukum Universitas Sunan Giri Surabaya</p>
<p>Suasana tampak terbangun dengan aktif karena peserta dengan antusias bertanya kepada narasumber perihal seputar pendidikan dan dunia era digitalisasi dan bahkan mereka menikmati penyajian materi dan suasana terasa hidup dengan kobaran semangat peserta dan antusiasme dalam mengikuti seminar hingga akhir dan di tutup dengan pengambilan foto bersama</p>
<p>Luluk Ananta yang merupakan Sekretaris KKN STAINH Kapongan Situbondo mengatakan &#8220;Kami mewakili teman-teman KKN STAINH Kapongan Situbondo mengucapkan terimakasih karena acara ini dihadiri oleh dewan guru dan juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Nurul Hajar yaitu Ustad Santosa, S.Sy dan juga berterimakasih kepada Narasumber yang telah meluangkan waktunya sehingga acara ini berjalan dengan sukses dan lancar tanpa halangan apapun&#8221;. Ungkapnya.( ms )</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/5614/mawardi-ms-jadi-narasumber-seminar-kkn-stai-nurul-huda-kapongan-situbondo/">Mawardi Ms Jadi Narasumber Seminar KKN STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/5614/mawardi-ms-jadi-narasumber-seminar-kkn-stai-nurul-huda-kapongan-situbondo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemuda Pulau Giliiyang Digerakkan Kajian Literasi oleh Mawardi Ms</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/terbaru/4022/pemuda-pulau-giliiyang-digerakkan-kajian-literasi-oleh-mawardi-ms/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/terbaru/4022/pemuda-pulau-giliiyang-digerakkan-kajian-literasi-oleh-mawardi-ms/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Sep 2021 14:59:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[#Digerakkan]]></category>
		<category><![CDATA[#Ditreskrimsus]]></category>
		<category><![CDATA[#Giliiyang]]></category>
		<category><![CDATA[#Kajian #Literasi #oleh]]></category>
		<category><![CDATA[#Mawardi]]></category>
		<category><![CDATA[#Pulau]]></category>
		<category><![CDATA[PEMUDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=4022</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUMENEP, Relasipublik.com &#8211; Mawardi Ms salah satu pemuda...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/terbaru/4022/pemuda-pulau-giliiyang-digerakkan-kajian-literasi-oleh-mawardi-ms/">Pemuda Pulau Giliiyang Digerakkan Kajian Literasi oleh Mawardi Ms</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMENEP, Relasipublik.com &#8211; </strong>Mawardi Ms salah satu pemuda kelahiran Pulau Giliiyang menggerakkan Literasi Milenial khusunya di Kepulauan Giliiyang Oksigen dengan mengadakan kegiatan 1 Jam Bersama Buku yang dilaksanakan di Perpustakaan Desa Banraas, Jumat (10/09/2021).</p>
<p>Kegiatan 1 Jam Bersama Buku ini disinergikan antara OSIS MTs Nurul Hajar Banraas beserta seluruh Siswa dan Siswi yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Banraas dengan memfungsikan buku-buku yang ada di Perpustakaan Desa, Kajian Literasi bagi kaum Milenial khusunya di Pulau Giliiyang ini disinergikan antara OSIS MTs Nurul Hajar dengan Pemdes Banraas dengan harapan dapat menumbuhkan para semangat baca dan literasi bagi kaum Milenial khusunya di Kepulauan Giliiyang&#8221;. Ungkap Mawardi</p>
<p>Kegiatan 1 Jam Bersama Buku ini diikuti secara solid oleh peserta serta mendapatkan dukungan dari Kepala Desa dan Aparat Desa Banraas serta mendapatkan dukungan pula dari Kepala Madrasah Tsanawiyah Nurul Hajar Banraas.</p>
<p>Mawardi Ms yang merupakan Alumni Pondok Pesantren Salafiyah Syafi&#8217;iyah Sukorejo Situbondo sangat berharap dengan kegiatan ini bisa memberikan manfaat serta dapat menumbuhkan kecintaan dalam dunia membaca, &#8220;Semoga bermanfaat bagi para siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan 1 Jam Bersama Buku ini serta semoga menjadi langkah awal yang positif dalam menumbuhkan kecintaan dalam dunia membaca&#8221;. Pungkasnya.</p>
<p><strong>Reporter : Ms</strong></p>
<p><strong>Editor      : Mawardi</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/terbaru/4022/pemuda-pulau-giliiyang-digerakkan-kajian-literasi-oleh-mawardi-ms/">Pemuda Pulau Giliiyang Digerakkan Kajian Literasi oleh Mawardi Ms</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/terbaru/4022/pemuda-pulau-giliiyang-digerakkan-kajian-literasi-oleh-mawardi-ms/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mawardi Ms ; Pancasila dalam Dimensi Kehidupan Masyarakat Indonesia</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2849/mawardi-ms-pancasila-dalam-dimensi-kehidupan-masyarakat-indonesia/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2849/mawardi-ms-pancasila-dalam-dimensi-kehidupan-masyarakat-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 May 2021 08:07:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Dalam]]></category>
		<category><![CDATA[#Dimensi]]></category>
		<category><![CDATA[#Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#Kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[#Mawardi]]></category>
		<category><![CDATA[#Ms]]></category>
		<category><![CDATA[#Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=2849</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUMENEP, Relasipublik.Com &#8211; Tulisan ini sengaja ditulis bertepatan...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2849/mawardi-ms-pancasila-dalam-dimensi-kehidupan-masyarakat-indonesia/">Mawardi Ms ; Pancasila dalam Dimensi Kehidupan Masyarakat Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMENEP, Relasipublik.Com &#8211; </strong>Tulisan ini sengaja ditulis bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila semoga bisa merepresentasikan Pancasila dalam kehidupan yang nyata. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara yang dijadikan pijakan oleh seluruh rakyat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam sejarah yang berkepanjangan hingga kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 01 Juni disahkan sebagai hari lahir pancasila. Dan kini hari lahir Pancasila tepatnya pada tanggal 01 Juni 2021 merupakan hari lahir Pancasila yang ke 76 tahun (01/06/1945 s/d 01/06/2021).</p>
<p>Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila baik dari sila ke satu hingga sila ke lima itu merepsentasikan dalam mengatur kehidupan manusia baik dalam hubungan secara vertikal dan juga secara horizontal, karena Pancasila sebagai dasar dan ideologi bangsa Indonesia serta undang-undang yang berlaku di Indonesia harus tidak bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945.</p>
<p>Sila Ketuhanan yang Maha Esa ini mengatur manusia dalam segala dimensi kehidupannya untuk menganut agama yang diyakininya dengan mensakralkan ajarannya dan meng-Esakan Tuhannya, menaati perintah dan menjauhi larangan yang terkandung dalam ajaran agamanya. Sebab, agama secara substansial itu mengatur para penganutnya agar tidak rancuh dalam menjalankan kehidupan.</p>
<p>Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab ini menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari serta harus mengedepankan nilai keadilan dan keberadaban kehidupan dalam bermasyarakat khususnya di Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p>
<p>Sila Persatuan Indonesia ini mengajarkan nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam menjalankan kehidupan, karena dengan persatuan akan mengokohkan antara yang satu dengan yang lainnya, menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong (duduk sama rendah, berdiri sama tinggi).</p>
<p>Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan hal ini mengejawantahkan bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini harus mementingkan nilai-nilai kerakyatan yang dipimpin oleh para pemimpin yang memiliki kekuasaan dan kompeten di bidangnya masing-masing dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kebijaksanan dalam proses permusyawaratan.</p>
<p>Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia hak ini mengindikasikan bahwa keadilan itu harus dijunjung tinggi dan direalisasikan untuk selalu rakyat Indonesia tanpa harus ada pembedaan klaster kehidupan. Maka jika nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila ini dapat diaplikasikan secara aplikatif dan tepat sasaran, maka akan terjamin kehidupan yang penuh dengan keberkahan dalam segala dimensi-dimensinya.</p>
<p>Bahkan salah satu tokoh intelektual Nahdlatul Ulama memberikan statement bahwa &#8220;Pascasila bukan agama, Pancasila tidak dapat menggantikan kedudukan agama, akan tetapi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila selaras dengan ajara Agama&#8221;, beginilah inti pemikiran Dr. KH. Afifuddin Muhajir, M.Ag.</p>
<p>Penulis : Ms/ Sri</p>
<p>Editor    : Mawardi</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2849/mawardi-ms-pancasila-dalam-dimensi-kehidupan-masyarakat-indonesia/">Mawardi Ms ; Pancasila dalam Dimensi Kehidupan Masyarakat Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2849/mawardi-ms-pancasila-dalam-dimensi-kehidupan-masyarakat-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bedah Buku Karya Ke 5 Mawardi Ms Penulis Asal Giliiyang Sumenep</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2598/bedah-buku-karya-ke-5-mawardi-ms-penulis-asal-giliiyang-sumenep/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2598/bedah-buku-karya-ke-5-mawardi-ms-penulis-asal-giliiyang-sumenep/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 May 2021 11:41:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#5]]></category>
		<category><![CDATA[#Asal]]></category>
		<category><![CDATA[#Bedah]]></category>
		<category><![CDATA[#Buku]]></category>
		<category><![CDATA[#Giliiyang]]></category>
		<category><![CDATA[#Karya]]></category>
		<category><![CDATA[#ke]]></category>
		<category><![CDATA[#Mawardi]]></category>
		<category><![CDATA[#Ms]]></category>
		<category><![CDATA[#Penulis]]></category>
		<category><![CDATA[Sumenep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=2598</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUMENEP, Relasipublik.Com- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2598/bedah-buku-karya-ke-5-mawardi-ms-penulis-asal-giliiyang-sumenep/">Bedah Buku Karya Ke 5 Mawardi Ms Penulis Asal Giliiyang Sumenep</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMENEP, Relasipublik.Com- </strong>Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo menggelar kegiatan Bedah Buku &#8220;KH Ach Hariri Abdul Adhim ; Biografi, Kepribadian dan Proses Pengubahan Tingkah Laku Perspektif Konseling Islam&#8221; sekira pukul 13.30 sampai selesai, Senin (10/05/2021).</p>
<p>Kegiatan Bedah Buku yang dilakukan secara virtual melalui Via Zoom ini dimoderatori secara langsung oleh saudara Reza, Mahasiswa aktif Fakultas Dakwah Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo yang berasal dari Kabupaten Jember Jawa Timur.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-2600" src="https://jatim.relasipublik.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG-20210510-WA0166-300x166.jpg" alt="Bedah Buku Karya Ke 5 Mawardi Ms Penulis Asal Giliiyang Sumenep" width="300" height="166" srcset="https://jatim.relasipublik.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG-20210510-WA0166-300x166.jpg 300w, https://jatim.relasipublik.com/wp-content/uploads/2021/05/IMG-20210510-WA0166.jpg 720w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" />&#8220;Buku ini merupakan karya alumni mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Ibrahimy Sukorejo yang merupakan hasil dari penelitian skripsinya dan kemudian dijadikan buku, dan penulisnya merupakan lulusan terbaik Fakultas Dakwah Universitas Ibrahimy pada tahun 2019&#8221;. Ungkap Reza sebelum memberikan waktu kepada Mawardi Ms yang merupakan penulis sekaligus narasumber.</p>
<p>Pada kegiatan Bedah Buku ini, Mawardi Ms yang merupakan narasumber memaparkan terkait biografi singkat KH Hariri Abdul Adhim yang merupakan Mudir Ma&#8217;had Aly Pondok Pesantren Salafiyah Syafi&#8217;iyah Sukorejo Situbondo, serta menjelaskan terkait kepribadian dan proses pengubahan tingkah laku terhadap santri dalam perspektif Konseling Islam.</p>
<p>&#8220;Beliau merupakan sosok Kyai yang memiliki kepribadian Alim, Penyabar, Kasih sayang dan juga Komunikatif, serta dalam proses pengubahan tingkah laku terhadap santri melalui teknik Mauidatul Hasanah, Uswatun Hasanah, Menta&#8217;zir (Punishment), Memberi Penghargaan (Reward) dan Mendokan santri-santrinya&#8221;. Jelas Mawardi saat membedah bukunya.</p>
<p>Saat Bedah Buku berlangsung, terlihat beberapa peserta yang ikut yang berasal dari Kalimantan, Jember, Banyuwangi, Situbondo, Sumenep, Bangkalan dan juga dari daerah yang lain.</p>
<p>Penulis : Ms/Sri</p>
<p>Editor    : Mawardi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2598/bedah-buku-karya-ke-5-mawardi-ms-penulis-asal-giliiyang-sumenep/">Bedah Buku Karya Ke 5 Mawardi Ms Penulis Asal Giliiyang Sumenep</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2598/bedah-buku-karya-ke-5-mawardi-ms-penulis-asal-giliiyang-sumenep/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mawardi, S.sos : Ikhtiar Menginternalisasikan Pendidikan Kaffah</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2541/mawardi-s-sos-ikhtiar-menginternalisasikan-pendidikan-kaffah/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2541/mawardi-s-sos-ikhtiar-menginternalisasikan-pendidikan-kaffah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 May 2021 08:58:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Ikhtiar]]></category>
		<category><![CDATA[#Kaffah]]></category>
		<category><![CDATA[#Mawardi]]></category>
		<category><![CDATA[#Menginternalisasikan]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[S.sos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=2541</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUMENEP, Relasipublik.Com &#8211; Hari ini tepatnya tanggal 02...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2541/mawardi-s-sos-ikhtiar-menginternalisasikan-pendidikan-kaffah/">Mawardi, S.sos : Ikhtiar Menginternalisasikan Pendidikan Kaffah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMENEP, Relasipublik.Com &#8211; </strong>Hari ini tepatnya tanggal 02 Mei 2021 diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, hal ini tidak dapat dipisahkan dengan sejarah Ki Hadjar Dewantara yang disebut sebagai Bapak Pendidikan Indonesia dengan jargonnya &#8220;Ing ngarso sung tulado, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani&#8221; (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan yang baik, di tengah atau di antara murid seorang pendidik harus menciptakan prakarsa dan ide, dari belakang seorang pendidik harus memberikan dorongan dan arahan)</p>
<p>Pada momentum refleksi Hari Pendidikan Nasional 2021 ini saya akan berbagi dengan para kaum pelajar, dan semoga ini termasuk dalam kategori &#8220;Watawa Shoubil Haqqi, Watawa Shoubis Sobri&#8221;. Kali ini saya akan menulis tentang &#8220;Ikhtiar Menginternalisasikan Pendidikan Kaffah untuk Menyongsong Karakter Pelajar yang Beradab</p>
<p>Pendidikan merupakan salah satu bentuk proses transformasi ilmu pengetahuan, berbicara ilmu pengetahuan cakupannya sangat universal, dan ilmu pengetahuan itu bukan hanya terbatas diruang kelas formal pembelajaran akan tetapi jauh lebih luas dari pada pemahaman itu, pendidikan dapat dicerna dimana saja, kapan saja, dari siapa saja, sehingga pendidikan itu luas dengan segala dimensi-dimensinya.</p>
<p>Bentuk ikhtiar untuk mewujudkan pendidikan yang berorientasi terhadap kekuatan nilai- nilai luhur moral dan krakter pelajar yang beradab, dengan mengimplimentasikan pendidikan Kaffah yang mencakup terhadap internalisasi tiga dasar orientasi dalam pendidikan karakter. Ketiganya itu meliputi &#8220;Intelektual Question (IQ), Emosional Question (EQ) dan Spiritual Question (SQ)&#8221; ini sebagai ikhtiar positif yang harus diimplementasikan oleh para pendidik dalam proses transformasi keilmuan kepada para pelajar.</p>
<p>Intelektual Question yang memiliki pemahaman Kecerdasan Intelektual ini penting dalam menopang kemampuan para pelajar agar memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi dan diharapkan bisa memberikan ide-ide inovatif dan kreatif untuk pembangunan dan kemajuan kedepannya baik dalam tatanan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Emosional Question yang secara gampangnya dapat dipahami sebagai Kecerdasa Emosional. Dengan kecerdasan emosional ini akan mengimbangi kecerdasan intelektual para pelajar, sebab pelajar yang memiliki kecerdasan secaa emosional dia akan lebih mengedepankan nilai-nilai luhur daripada hanya sekedar mentuhankan terhadap akal fikiran saja.</p>
<p>Spiritual Question dapat diartikan Kecerdasan Spiritual dan kecerdasan ini merupakan ruh dari Intelektual Question dan Emosional Question. Karena pelajar yang memiliki Spiritual Question dia akan mengesampingkan segala hal yang sekiranya berimplikasi nigatif meskipun secara Intelektual Questionnya akan menopang kedikjayaan kehidupan dunia, akan tetapi karena landasan Spiritual Question itu akan dikesampingkan.</p>
<p>Sehingga dengan terintegrasinya pendidikan Kaffah dengan tiga kecerdasan tersebut diharapkan bisa melahirkan generasi-generasi masa depan yang lebih mengedepankan rasa daripada akal fikiran belaka, mengedepankan nilai-nilai norma daripada kesenangan semata, lebih mengedepankan kebersamaan daripada kebahagian individual. Dalam hal ini Guru dan Orang Tua sama-sama memiliki peran yang sangat urgent demi melahirkan generasi Khairoh Ummah yang sesuai dengan nilai-nilai sakralitas ajaran agama.&#8221;Selamat Hari Pendidikan Nasional&#8221;</p>
<p>Penulis : Ms/Sri</p>
<p>Editor    : Mawardi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2541/mawardi-s-sos-ikhtiar-menginternalisasikan-pendidikan-kaffah/">Mawardi, S.sos : Ikhtiar Menginternalisasikan Pendidikan Kaffah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2541/mawardi-s-sos-ikhtiar-menginternalisasikan-pendidikan-kaffah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mawardi, S.sos : Membaca Sebagai Kunci Membuka Jendela Pengetahuan</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2415/mawardi-s-sos-membaca-sebagai-kunci-membuka-jendela-pengetahuan/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2415/mawardi-s-sos-membaca-sebagai-kunci-membuka-jendela-pengetahuan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2021 07:53:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Jendela]]></category>
		<category><![CDATA[#Kunci]]></category>
		<category><![CDATA[#Mawardi]]></category>
		<category><![CDATA[#Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[#Membuka]]></category>
		<category><![CDATA[#Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[#Sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[S.sos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=2415</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUMENEP, Relasipublik.Com- Tanggal 23 April dinobatkan sebagai Hari...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2415/mawardi-s-sos-membaca-sebagai-kunci-membuka-jendela-pengetahuan/">Mawardi, S.sos : Membaca Sebagai Kunci Membuka Jendela Pengetahuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMENEP, Relasipublik.Com- </strong>Tanggal 23 April dinobatkan sebagai Hari Buku Nasional, para kaum pelajar, akademisi, aktifis dan seluruh elemen masyarakat yang memiliki dedikasi keilmuan tidak akan melupakan hari yang luar biasa ini, sebab buku merupakan kekayaan penting yang dapat mentransfer keilmuan kepada insan terpelajar.</p>
<p>Buku memiliki peranan yang vital dalam proses transformasi keilmuan dan pengentasan dari kejahilan agar dapat adaptif dengan perkembangan dan kebutuhan zaman yang serba instan dan modern. Dengan buku yang kemudian dikembangkan dengan proses membaca, akan menjadi kunci untuk membuka jendela pengetahuan menuju kehidupan yang penuh edukasi.</p>
<p>Serpihan kata yang mengandung moral, &#8220;Jika ingin mengenal dunia, maka Membacalah&#8221; tidak akan lekang dan terkikis keabsahannya oleh zaman, sebab dengan membaca kita akan memiliki pengetahuan dan sebagai proses menghilangkan kejahilan menuju kehidupan yang penuh peradaban.</p>
<p>Mari, para kader generasi muda yang nantinya akan menggantikan estafet perjuangan para pendahulunya, semarakkan lah minat dan bakat dalam membaca agar kita adaptif dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Selamat Hari Buku Nasional, jadikan permulaan untuk mempertahankan tradisi literasi membaca demi melek pengetahuan sebagai bekal kehidupan hari ini dan kehidupan masa depan.</p>
<p>Mawardi MS : Penulis Buku SANTRI ; Sosok dan Kiprahnya dalam Berpolitik, Berbangsa dan Bernegara</p>
<p>Penulis : Ms/Sri</p>
<p>Editor    : Mawardi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2415/mawardi-s-sos-membaca-sebagai-kunci-membuka-jendela-pengetahuan/">Mawardi, S.sos : Membaca Sebagai Kunci Membuka Jendela Pengetahuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2415/mawardi-s-sos-membaca-sebagai-kunci-membuka-jendela-pengetahuan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mawardi, S.sos : Ramadhan Kariem Dengan Segala Dimensinya</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2277/mawardi-s-sos-ramadhan-kariem-dengan-segala-dimensinya/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2277/mawardi-s-sos-ramadhan-kariem-dengan-segala-dimensinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2021 18:24:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Dengan]]></category>
		<category><![CDATA[#Dimensinya]]></category>
		<category><![CDATA[#Kariem]]></category>
		<category><![CDATA[#Mawardi]]></category>
		<category><![CDATA[#Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[#Segala]]></category>
		<category><![CDATA[S.sos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=2277</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Mawar, S.sos : Alumni Muda Pondok...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2277/mawardi-s-sos-ramadhan-kariem-dengan-segala-dimensinya/">Mawardi, S.sos : Ramadhan Kariem Dengan Segala Dimensinya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Mawar, S.sos : Alumni Muda Pondok Pesantren Salafiyah Syafi&#8217;iyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur</p>
<p>SUMENEP,<strong> Relasipublik.Com &#8211; </strong>Ramadhan secara etimologi berakar dari bahasa arab &#8220;Ramidha&#8221; atau &#8220;Arramadh&#8221; yang berarti kekeringan. Ramadhan secara terminologi berarti bulan dalam Islam yang menjadi waktu khusus untuk melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Ramadhan merupakan bulan kesembilan setelah Sya&#8217;ban dan sebelum Syawal dalam penanggalan tahun Hijriyah (Islam).</p>
<p>Pada bulan Ramadhan umat Islam yang telah ditaklif hukum menerima kewajiban untuk menunaikan ibadah puasa ramadhan dengan segala dimensi implikasi logisnya. Firman Allah SWT, &#8220;Ya Ayyuhalladzina Amanu Kutiba &#8216;Alaikum As-Shiam, Kama Kutiba &#8216;Alalladhina Min Qoblikum La&#8217;allakum Tattakun&#8221;. (Wahai Orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian untuk melaksanakan Puasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian semua menjadi orang yang bertaqwah).</p>
<p>Ibadah puasa memiliki kedudukan istimewan dibandingkan dengan jenis ibadah lain, khususnya puasa Ramadhan.</p>
<p>Puasa Ramadan juga menjadi sebagai bagian yang terintegritas dari salah satu rukun Islam yang ada lima, termasuk pula puasa sebagai ibadah yang mendapatkan balasan pahala langsung dari Allah SWT.</p>
<p>Hal tersebut sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya&#8217; &#8216;Ulumuddin, Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; ‘Sesungguhnya Rabb kalian berfirman, setiap kebaikan diberi pahala 10 kali hingga 700 kali lipat, kecuali berpuasa, karena puasa untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi pahala puasanya (tanpa batas jumlah pahala)’. Al-Hadits.</p>
<p>Dari salah satu keistimewaan ibadah puasa, aroma bau mulut orang yang sedang berpuasa disebutkan lebih wangi di sisi Allah  SWT daripada aroma wangi misyk (salah satu jenis minyak wangi). Bahkan jika ada orang yang mengajak bertengkar, umat Islam diminta menahan diri dan berkata; (Sesungguhnya saya sedang berpuasa), dan berpuasa secara medis juga dapat menyehatkan, &#8220;Shumu Tashihhu&#8221;. Dan masih banyak keistimewaan puasa di bulan Ramadhan.</p>
<p>Pemahaman puasa secara etimologi adalah &#8220;Al-Imsyak&#8221; yang artinya menahan, sementar puasa secara terminologi sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab Fathul Qorib adalah  menahan dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, dilandasi dengan niat yang telah ditentukan, selama siang hari secara penuh, bagi yang menerima atau mampu berpuasa dengan identitas muslim, yang mempunyai akal, yang suci dari Haid dan nifas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam berpuasa itu memiliki tingkatan sesuai dengan kualitas dalam menjalankan ibadah puasa. Abu Hamid Al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ ‘Ulumuddin menjabarkan tentang 3 (tiga) tingkatan orang berpuasa, yaitu puasa orang kebanyakan (Shaum al-‘Umum), puasa khusus (Shaum al-Khusus), serta puasa khusus dari khusus atau spesial (Shaum al-Khusus al-Khusus).</p>
<p>Shaum al-‘Umum (puasa kebanyakan orang)</p>
<p>yaitu orang yang melaksanakan ibadah puasa hanya sekedar mencegah perut dari makan, minum dan menjaga diri dari godaan syahwat birahi semata. Bahkan model puasa seperti ini ditingkatkan dengan katagori puasa paling rendah dibandingkan dua model puasa lainnya.</p>
<p>Artinya orang yang melaksanakan puasa dengan model ini, yakni berpuasa hanya sekadar memenuhi persyaratan dalam ibadah ini yaitu menahan lapar, haus, dan bersetubuh suami istri di siang hari. Mereka tetap mendapatkan balasan pahala, sementara terkait kadar atau kualitas pahalanya Wallahu &#8216;A&#8217;lamu.</p>
<p>Sehingga umat Islam harus senantiasa menjaga puasa mereka agar tidak hanya sekadar menjalankan rutinitas semata, atau sekadar menggugurkan kewajiban. Seperti yang dijelaskan dalam Kitab Bulughul Maron, Sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya &#8220;Begitu banyak orang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga belaka&#8221;.</p>
<p>Shaum al-Khusus, model puasa ini tidak hanya sekadar menahan diri dari makan, minum dan bersenggama. Namun juga menahannya indera dan alat gerak lainnya dari melakukan berbagai hal yang dilarang syariat. Mulai dari pendengaran, penglihatan, ucapan, hingga gerak tangan dan kaki diusahakannya agar tidak sampai melakukan tindakan yang bernilai maksiat dalam pandangan Allah SWT.</p>
<p>Umat Islam agar bisa terkategorikan pada tingkatan ini, seorang muslim sedikitnya harus menjaga diri sekaligus menjauhkan diri dari 6 (enam) jenis perbuatan berikut: Pertama, menahan diri dari melihat, memandang segala hal yang dicela dan dimakruhkan yang dapat membimbangkan dan melalaikan hati dari mengingat Allah &#8220;Dzikrullah&#8221;</p>
<p>Kedua, menjaga lidah dari perkataan dari hal yang sia-sia seperti mengumpat, berbohong, berkata keji, ucapan yang dapat merenggangkan persaudaraan, ucapan kebencian, atau mengandung riya’. Sehingga seorang muslim yang berpuasa lebih baik berdiam diri dan menggunakan waktu untuk berzikir kepada Allah maupun membaca Al-Qur’an.</p>
<p>Ketiga, menjaga pendengaran dari mendengar kata-kata yang tidak baik. Ucapan yang haram diucapkan, haram pula untuk didengarkan. Keempat, mencegah anggota tubuh lain dari perbuatan dosa dengan menghindari dari segala sesuatu yang makruh, mencegah perut mengonsumsi hal syubhat saat waktu berbuka apalagi hal yang diharamkan.</p>
<p>Kelima, tidak berlebihan saat berbuka puasa hingga perut penuh dengan makanan. Sebab perut yang penuh sesak dengan yang halal (dalam konteks berbuka puasa), berbahaya. Sebab seorang tidak mungkin mendapatkan faidah puasa jika saat tiba waktu berbuka, ia hanya mengincar apa yang tidak didapat saat berpuasa.</p>
<p>Keenam, mempunyai hati yang diliputi rasa cemas dengan penuh harap karena ketidaktahuan (apakah puasanya diterima atau tidak). Sehingga seorang muslim harus senantiasa berikhtiar memperbaiki diri dengan tidak berpuasa pada model dan tingkatan yang dilakukan.</p>
<p>Shaum al-Khusus al-Khusus, model puasa ini merupakan level puasa para Nabi, orang-orang shalih hingga para kekasih Allah SWT. Sebab pada tingkat puasa ini, hati juga berpuasa dari segala cita-cita hina, termasuk melepas dari segala pikiran duniawi, serta mencegah dari sisi lain selain Allah SWT.</p>
<p>Bahkan dalam tingkatan puasa ini, orang yang berpuasa tidak rela saat mereka justru lalai mengingat Allah SWT. Sebab fokus ibadah puasa yang dilakukan pada tingkatan ini hanya semata-mata mengharap Ridha Allah SWT sehingga puasa level ini masuk katagori tingkatan paling utama.</p>
<p>Dalam pelaksanaan ibadah puasa bulan suci Ramadhan juga ada 3 (tiga) hal yang harus diketahui dan diperhatikan oleh umat Islam, bahwa selam 1 (satu) bulan berpuasa lamanya itu, diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) bagian. Yakni 10 (sepuluh) hari awal bulan suci Ramadhan merupakah &#8220;Rahmah&#8221;, 10 (sepuluh) hari pertengahan bulan Ramadhan adalah &#8220;Maqhfirah&#8221; dan 10 (sepuluh) hari terakhir adalah &#8220;Itskun &#8216;Aninnari&#8221;.</p>
<p>Mawardi MS : Alumni Muda Pondok Pesantren Salafiyah Syafi&#8217;iyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur</p>
<p>Mawardi MS : Ramadhan Kariem Dengan Segala Dimensinya</p>
<p>Ramadhan secara etimologi berakar dari bahasa arab &#8220;Ramidha&#8221; atau &#8220;Arramadh&#8221; yang berarti kekeringan. Ramadhan secara terminologi berarti bulan dalam Islam yang menjadi waktu khusus untuk melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Ramadhan merupakan bulan kesembilan setelah Sya&#8217;ban dan sebelum Syawal dalam penanggalan tahun Hijriyah (Islam).</p>
<p>Pada bulan Ramadhan umat Islam yang telah ditaklif hukum menerima kewajiban untuk menunaikan ibadah puasa ramadhan dengan segala dimensi implikasi logisnya. Firman Allah SWT, &#8220;Ya Ayyuhalladzina Amanu Kutiba &#8216;Alaikum As-Shiam, Kama Kutiba &#8216;Alalladhina Min Qoblikum La&#8217;allakum Tattakun&#8221;. (Wahai Orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian untuk melaksanakan Puasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian semua menjadi orang yang bertaqwah).</p>
<p>Ibadah puasa memiliki kedudukan istimewan dibandingkan dengan jenis ibadah lain, khususnya puasa Ramadhan.<br />
Puasa Ramadan juga menjadi sebagai bagian yang terintegritas dari salah satu rukun Islam yang ada lima, termasuk pula puasa sebagai ibadah yang mendapatkan balasan pahala langsung dari Allah SWT.</p>
<p>Hal tersebut sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya&#8217; &#8216;Ulumuddin, Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; ‘Sesungguhnya Rabb kalian berfirman, setiap kebaikan diberi pahala 10 kali hingga 700 kali lipat, kecuali berpuasa, karena puasa untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi pahala puasanya (tanpa batas jumlah pahala)’. Al-Hadits.</p>
<p>Dari salah satu keistimewaan ibadah puasa, aroma bau mulut orang yang sedang berpuasa disebutkan lebih wangi di sisi Allah SWT daripada aroma wangi misyk (salah satu jenis minyak wangi). Bahkan jika ada orang yang mengajak bertengkar, umat Islam diminta menahan diri dan berkata; (Sesungguhnya saya sedang berpuasa), dan berpuasa secara medis juga dapat menyehatkan, &#8220;Shumu Tashihhu&#8221;. Dan masih banyak keistimewaan puasa di bulan Ramadhan.</p>
<p>Pemahaman puasa secara etimologi adalah &#8220;Al-Imsyak&#8221; yang artinya menahan, sementar puasa secara terminologi sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab Fathul Qorib adalah menahan dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, dilandasi dengan niat yang telah ditentukan, selama siang hari secara penuh, bagi yang menerima atau mampu berpuasa dengan identitas muslim, yang mempunyai akal, yang suci dari Haid dan nifas.</p>
<p>Dalam berpuasa itu memiliki tingkatan sesuai dengan kualitas dalam menjalankan ibadah puasa. Abu Hamid Al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ ‘Ulumuddin menjabarkan tentang 3 (tiga) tingkatan orang berpuasa, yaitu puasa orang kebanyakan (Shaum al-‘Umum), puasa khusus (Shaum al-Khusus), serta puasa khusus dari khusus atau spesial (Shaum al-Khusus al-Khusus).</p>
<p>Shaum al-‘Umum (puasa kebanyakan orang)<br />
yaitu orang yang melaksanakan ibadah puasa hanya sekedar mencegah perut dari makan, minum dan menjaga diri dari godaan syahwat birahi semata. Bahkan model puasa seperti ini ditingkatkan dengan katagori puasa paling rendah dibandingkan dua model puasa lainnya.</p>
<p>Artinya orang yang melaksanakan puasa dengan model ini, yakni berpuasa hanya sekadar memenuhi persyaratan dalam ibadah ini yaitu menahan lapar, haus, dan bersetubuh suami istri di siang hari. Mereka tetap mendapatkan balasan pahala, sementara terkait kadar atau kualitas pahalanya Wallahu &#8216;A&#8217;lamu.</p>
<p>Sehingga umat Islam harus senantiasa menjaga puasa mereka agar tidak hanya sekadar menjalankan rutinitas semata, atau sekadar menggugurkan kewajiban. Seperti yang dijelaskan dalam Kitab Bulughul Maron, Sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya &#8220;Begitu banyak orang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga belaka&#8221;.</p>
<p>Shaum al-Khusus, model puasa ini tidak hanya sekadar menahan diri dari makan, minum dan bersenggama. Namun juga menahannya indera dan alat gerak lainnya dari melakukan berbagai hal yang dilarang syariat. Mulai dari pendengaran, penglihatan, ucapan, hingga gerak tangan dan kaki diusahakannya agar tidak sampai melakukan tindakan yang bernilai maksiat dalam pandangan Allah SWT.</p>
<p>Umat Islam agar bisa terkategorikan pada tingkatan ini, seorang muslim sedikitnya harus menjaga diri sekaligus menjauhkan diri dari 6 (enam) jenis perbuatan berikut: Pertama, menahan diri dari melihat, memandang segala hal yang dicela dan dimakruhkan yang dapat membimbangkan dan melalaikan hati dari mengingat Allah &#8220;Dzikrullah&#8221;</p>
<p>Kedua, menjaga lidah dari perkataan dari hal yang sia-sia seperti mengumpat, berbohong, berkata keji, ucapan yang dapat merenggangkan persaudaraan, ucapan kebencian, atau mengandung riya’. Sehingga seorang muslim yang berpuasa lebih baik berdiam diri dan menggunakan waktu untuk berzikir kepada Allah maupun membaca Al-Qur’an.</p>
<p>Ketiga, menjaga pendengaran dari mendengar kata-kata yang tidak baik. Ucapan yang haram diucapkan, haram pula untuk didengarkan. Keempat, mencegah anggota tubuh lain dari perbuatan dosa dengan menghindari dari segala sesuatu yang makruh, mencegah perut mengonsumsi hal syubhat saat waktu berbuka apalagi hal yang diharamkan.</p>
<p>Kelima, tidak berlebihan saat berbuka puasa hingga perut penuh dengan makanan. Sebab perut yang penuh sesak dengan yang halal (dalam konteks berbuka puasa), berbahaya. Sebab seorang tidak mungkin mendapatkan faidah puasa jika saat tiba waktu berbuka, ia hanya mengincar apa yang tidak didapat saat berpuasa.</p>
<p>Keenam, mempunyai hati yang diliputi rasa cemas dengan penuh harap karena ketidaktahuan (apakah puasanya diterima atau tidak). Sehingga seorang muslim harus senantiasa berikhtiar memperbaiki diri dengan tidak berpuasa pada model dan tingkatan yang dilakukan.</p>
<p>Shaum al-Khusus al-Khusus, model puasa ini merupakan level puasa para Nabi, orang-orang shalih hingga para kekasih Allah SWT. Sebab pada tingkat puasa ini, hati juga berpuasa dari segala cita-cita hina, termasuk melepas dari segala pikiran duniawi, serta mencegah dari sisi lain selain Allah SWT.</p>
<p>Bahkan dalam tingkatan puasa ini, orang yang berpuasa tidak rela saat mereka justru lalai mengingat Allah SWT. Sebab fokus ibadah puasa yang dilakukan pada tingkatan ini hanya semata-mata mengharap Ridha Allah SWT sehingga puasa level ini masuk katagori tingkatan paling utama.<br />
Dalam pelaksanaan ibadah puasa bulan suci Ramadhan juga ada 3 (tiga) hal yang harus diketahui dan diperhatikan oleh umat Islam, bahwa selam 1 (satu) bulan berpuasa lamanya itu, diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) bagian. Yakni 10 (sepuluh) hari awal bulan suci Ramadhan merupakah &#8220;Rahmah&#8221;, 10 (sepuluh) hari pertengahan bulan Ramadhan adalah &#8220;Maqhfirah&#8221; dan 10 (sepuluh) hari terakhir adalah &#8220;Itskun &#8216;Aninnari&#8221;.</p>
<p>Editor : Mawardi</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2277/mawardi-s-sos-ramadhan-kariem-dengan-segala-dimensinya/">Mawardi, S.sos : Ramadhan Kariem Dengan Segala Dimensinya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2277/mawardi-s-sos-ramadhan-kariem-dengan-segala-dimensinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mawardi, S.sos : Berbahagialah Berjumpa Ramadhan</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2215/mawardi-s-sos-berbahagialah-berjumpa-ramadhan/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2215/mawardi-s-sos-berbahagialah-berjumpa-ramadhan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2021 07:52:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[# Berbahagialah]]></category>
		<category><![CDATA[#Berjumpa]]></category>
		<category><![CDATA[#Mawardi]]></category>
		<category><![CDATA[#Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[S.sos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=2215</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUMENEP, Relasipublik.Com &#8211; Kebahagiaan yang esensial itu harus...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2215/mawardi-s-sos-berbahagialah-berjumpa-ramadhan/">Mawardi, S.sos : Berbahagialah Berjumpa Ramadhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMENEP, Relasipublik.Com &#8211; </strong>Kebahagiaan yang esensial itu harus diaplikasikan dengan syukur yang sebenarnya, yaitu dengan tiga motif syukur yang harus terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga motif syukur itu meliputi syukur dengan lisan, syukur dengan perbuatan dan syukur dengan hati keyakinan,  jika ketiga motif syukur ini telah diaplikasikan maka kebahagiaan itu telah dirasakan.</p>
<p>Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan ini, umat Islam harus berbahagia dan mengaplikasikan kebahagiaan itu dengan tiga motif syukur yang diajarkan dalam agama Islam. Sebab, umat Islam yang berbahagia dengan datangnya bulan suci Ramadhan maka akan ada balasan positif yang luar biasa dari Allah SWT kepada hambanya, maka berbahagialah Berjumpa dengan bulan Ramadhan.</p>
<figure id="attachment_2217" aria-describedby="caption-attachment-2217" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-2217" src="https://jatim.relasipublik.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210412-WA0220-300x285.jpg" alt="Mawardi, S.sos : Berbahagialah Berjumpa Ramadhan" width="300" height="285" srcset="https://jatim.relasipublik.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210412-WA0220-300x285.jpg 300w, https://jatim.relasipublik.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210412-WA0220.jpg 720w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-2217" class="wp-caption-text">#Sosok Mawardi Alumni Ponpes Salafiah- Syafi&#8217;iyah Sukorejo Sitobondo#Ok</figcaption></figure>
<p>Mari sejenak kita menelaah kembali (taqror) terhadap salah satu legalitas ajaran agama Islam yang memberikan respon positif terhadap umat Islam yang memiliki rasa kebahagian dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, (Man Fariha bi Duhuli Ramadhan, Harromallahu Jasadahu &#8216;ala An-Niron). Dan kebahagiaan itu harus diaplikasikan dengan kebahagiaan dalam hati dan perbuatan positif dengan datangnya bulan Ramadhan.</p>
<p>&#8220;Barang siapa yang merasa senang dengan datangnya bulan suci Ramadhan, maka Allah SWT mengharamkan terhadap jazadnya dibakar oleh api neraka&#8221; (Man Fariha bi Duhuli Ramadhan, Harromallahu Jasadahu &#8216;ala An-Niron), maka berbahagialah dengan menyambut bulan Ramadhan serta  melaksanakan kewajiban berpuasa ramadhan.</p>
<p>Berpuasa Ramadhan sudah menjadi kewajiban bagi seluruh umat Islam yang telah ditaqlif hukum dan akan ada konsekuensi logis yang diatur dalam ajara Islam, (Balasan Positif bagi yang melaksanakannya, dan Balasan Negatif bagi yang tidak mengindahkannya). Dan berpuasa Ramadhan itu dalam arti simplenya menahan dari makan dan minum, serta hal hal lain yang dapat membatalkan puasa yang pelaksanaannya tepat pada bulan suci Ramadhan.</p>
<p>Menahannya itu (Min Tulu&#8217;i Al-Fajri) dari terbitnya fajar dan diawali dengan niat (Nawaitu Shouma Ghadin &#8216;an Ada&#8217;i Fardhu As-syahri Ramadhana Hadiahi As-Sanati Lillahi Ta&#8217;ala) dan disunnahkan mengakhiri waktu sahur, menahannya hingga (Ila Ghuruni As-Syamsi) sampai terbitnya matahari dan disunnahkan untuk bersegera melaksanakan buka puasa.</p>
<p>Maka sudah seyogyanya kita sebagai umat Islam harus berbahagia dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan semoga kita semua diberkahi serta semoga jazad-jazad kita semua kelak diharamkan oleh Allah SWT dibakar oleh panasnya api neraka.</p>
<p>Penulis : Mawardi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2215/mawardi-s-sos-berbahagialah-berjumpa-ramadhan/">Mawardi, S.sos : Berbahagialah Berjumpa Ramadhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2215/mawardi-s-sos-berbahagialah-berjumpa-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
