<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pati Arsip - Relasi Publik Jatim</title>
	<atom:link href="https://jatim.relasipublik.com/tag/pati/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jatim.relasipublik.com/tag/pati/</link>
	<description>Mengutamakan Kepentingan Publik</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 May 2026 11:03:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://jatim.relasipublik.com/wp-content/uploads/2025/04/cropped-Desain-tanpa-judul-80x80.png</url>
	<title>Pati Arsip - Relasi Publik Jatim</title>
	<link>https://jatim.relasipublik.com/tag/pati/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kemungkinan Jumlah Korban Kiai Cabul di Pati Bertambah, Polisi Buka Posko Pengaduan</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/terbaru/9830/kemungkinan-jumlah-korban-kiai-cabul-di-pati-bertambah-polisi-buka-posko-pengaduan/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/terbaru/9830/kemungkinan-jumlah-korban-kiai-cabul-di-pati-bertambah-polisi-buka-posko-pengaduan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 May 2026 11:03:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[TNI - POLRI]]></category>
		<category><![CDATA[Jaqa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Jatimrelasipublik]]></category>
		<category><![CDATA[Kemungkinan Jumlah Korban Kiai Cabul di Pati Bertambah]]></category>
		<category><![CDATA[Kiyai cabul]]></category>
		<category><![CDATA[Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi Buka Posko Pengaduan]]></category>
		<category><![CDATA[Wonogiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=9830</guid>

					<description><![CDATA[<p>Relasipublik.com &#8211; Oknum kiai cabul Pondok Pesantren (Ponpes)...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/terbaru/9830/kemungkinan-jumlah-korban-kiai-cabul-di-pati-bertambah-polisi-buka-posko-pengaduan/">Kemungkinan Jumlah Korban Kiai Cabul di Pati Bertambah, Polisi Buka Posko Pengaduan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Relasipublik.com</strong> &#8211; Oknum kiai cabul Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah yang sempat buron kini sudah ditangkap polisi di daerah Wonogiri.</p>
<p>Tersangka yang bernama Ashari ditangkap oleh kepolisian Polresta Pati dan Jatanras Polda Jateng pada Kamis, 7 Mei 2026 sekitar pukul 04.00 WIB.</p>
<p>Pelariannya berakhir setelah sebelumnya sempat berusaha kabur ke Kudus, Bogor, Jakarta, Solo, dan berakhir di Wonogiri.</p>
<p>Ahari menjadi tersangka kasus dugaan pencabulan dengan korbannya adalah para santriwati yang disebut-sebut mencapai 50 orang.</p>
<p>Polisi: Laporan Berasal dari Satu Santriwati</p>
<p>Sebelumnya, kuasa hukum korban, Ali Yusron menyebut bahwa korban dari aksi bejat Ashari ada 30 hingga 50 orang santriwati.</p>
<p>Sementara mengenai jumlah korban, Polresta Pati menyebut laporan masuk ke Polisi berasal dari satu santri.</p>
<p>“Terkait dengan jumlah korban, untuk saat ini yang sudah mengadukan ke Polresta Pati, untuk laporannya memang baru satu pelapor dari ayah korban,” ucap Wakasat Reskrim Polresta Pati, AKP Iswantoro kepada awak media pada Rabu, 6 Mei 2026.</p>
<p>“Kemudian untuk korban lain, pada saat itu disampaikan adalah 5 orang, itu sebagai saksi,” lanjutnya.</p>
<p>Namun, 3 dari 5 saksi disebut sudah mencabut keterangan kepada kepolisian.</p>
<p>Polresta Pati Buka Posko Pengaduan</p>
<p>Mengenai penyelesaian kasus ini, Polresta Pati membuka posko pengaduan untuk perlindungan korban dan saksi dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) di Ponpes Ndholo Kusumo.</p>
<p>“Jadi, untuk imbauan kepada para korban kalau memang pada saat itu di ponpes mengalami hal yang sama, silakan untuk mengadu ke Polresta Pati,” jelasnya.</p>
<p>“Kami siap menerima laporan korban atau orang tua korban. Yang mungkin keluarganya menjadi korban saat mondok di ponpes tersebut, silakan adukan,” sambungnya.</p>
<p>Penangkapan Tersangka Oknum Kiai Cabul di Wonogiri</p>
<p>Tersangka Ashari ditangkap oleh Polisi di Wonogiri, Jawa Tengah setelah sebelumnya hilang kontak dari pihak keluarga maupun penasihat hukumnya.</p>
<p>Sempat berjanji untuk kooperatif dalam penyidikan, nyatanya tersangka mangkir dari pemanggilan polisi di awal minggu ini.</p>
<p>“Sudah melakukan pemanggilan. Pemanggilan pertama pada tanggal 4 Mei 2026, kita lakukan pemanggilan untuk pelaku tidak kooperatif dan tidak hadir di Polresta Pati,” ungkap Iswantoro lagi.</p>
<p>Sebelum dikejar dan ditangkap di Wonogiri, Polisi sudah memberi ultimatum akan menjemput paksa jika mangkir lagi di pemanggilan yang seharusnya diagendakan hari ini, Kamis, 7 Mei 2026.</p>
<p>“Upaya selanjutnya, Polresta Pati melakukan pemanggilan yang kedua, rencana kita agendakan tanggal 7 Mei 2026,” imbuhnya.</p>
<p>“Kalau memang pada 7 Mei 2026 pemanggilan pelaku tetap tidak kooperatif, kita lakukan upaya paksa, penjemputan kepada pelaku,” tukasnya.(@red ).</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/terbaru/9830/kemungkinan-jumlah-korban-kiai-cabul-di-pati-bertambah-polisi-buka-posko-pengaduan/">Kemungkinan Jumlah Korban Kiai Cabul di Pati Bertambah, Polisi Buka Posko Pengaduan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/terbaru/9830/kemungkinan-jumlah-korban-kiai-cabul-di-pati-bertambah-polisi-buka-posko-pengaduan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral ! Kiai di Pati jadi Tersangka Pencabulan Santri Capai 50 Orang</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/terbaru/9821/viral-kiai-di-pati-jadi-tersangka-pencabulan-santri-capai-50-orang/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/terbaru/9821/viral-kiai-di-pati-jadi-tersangka-pencabulan-santri-capai-50-orang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2026 11:44:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[#Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Jatimrelasipublik]]></category>
		<category><![CDATA[Kiai cabul]]></category>
		<category><![CDATA[Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Pencabulan]]></category>
		<category><![CDATA[Viral ! Kiai di Pati jadi Tersangka Pencabulan Santri Capai 50 Orang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=9821</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pati &#8211; Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/terbaru/9821/viral-kiai-di-pati-jadi-tersangka-pencabulan-santri-capai-50-orang/">Viral ! Kiai di Pati jadi Tersangka Pencabulan Santri Capai 50 Orang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pati</strong> &#8211; Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah saat ini sedang memanas.</p>
<p>Seorang oknum kiai yang menjadi pengasuh di Ponpes tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus pencabulan yang dilakukan kepada para santriwatinya.</p>
<p>Beredar kabar bahwa santri yang menjadi korban dari oknum kiai tersebut mencapai hingga 50 orang.</p>
<p>Warga masyarakat sekitar yang geram pun mendatangi ponpes dan rumah pelaku pada Sabtu, 2 Mei 2026 dengan berunjuk rasa meminta agar pihak berwajib menuntaskan kasus ini dengan hukuman setimpal.</p>
<p>Salah satu yang datang dalam aksi tersebut adalah mantan pengikut pelaku yang bernama Shofi.</p>
<p>Ia dengan lantang mengungkap bahwa pelaku melakukan doktrin agar para pengikutnya terus menuruti perkataannya meski dirugikan.</p>
<p>Kerugian Uang dan Tenaga karena Dikuras oleh Pelaku</p>
<p>Shofi mengaku sudah ikut bersama pelaku sejak 2008 sampai 2018 dan justru banyak memberikan materi yang ia miliki kepada pelaku untuk pembangunan pondok.</p>
<p>“Menjadi korban dalam harta benda. Pada 2008 itu kerja gotong royong siang dan malam hari, nggak dibayar. Malah kalau punya uang, disetorkan sama dia,” kata Shofi kepada awak media pada Sabtu, 2 Mei 2026.</p>
<p>“2008 itu saya disuruh ngaku sama orang tua saya kalau mondok di tempat lain biar uang dari orang tua saya itu bisa masuk ke sini,” imbuhnya.</p>
<p>Mengenai jumlah kerugian secara materi, Shofi mengaku tak bisa menghitung karena merasa banyak uang yang telah ia berikan kepada pelaku.</p>
<p>“Tak terhitung mas. Tenaga aja pas bangun musala itu siang dan malam terus-terusan. Itu banyak yang seperti itu,” sambunnya.</p>
<p>Shofi juga mengaku pada 2009 pernah menjual tanah dan mendapatkan uang Rp9 juta untuk diberikan kepada pelaku.</p>
<p>Ungkap Doktrin dan Sikap Pelaku pada Santri</p>
<p>Lebih lanjut, Shofi mengaku alasan dirinya masuk sebagai pengikut pelaku karena menganggapnya sebagai sosok yang memiliki kemampuan lebih dan menjadi wali Tuhan.</p>
<p>“Saya anggap dia itu Wali Allah, dia tau semuanya. Mbah saya akan meninggal sampai jamnya dia tahu. Adik saya akan melahirkan jam 11 malam suruh telepon, dia ngasih tau jam dan nama,” jelasnya.</p>
<p>Shofi juga membeberkan bahwa pelaku selalu punya kebiasaan untuk menciumi para santrinya.</p>
<p>“Pelaku menyimpang ya paling salaman itu tadi. Istri saya juga begitu, dicium pipi kanan-kiri, jidat, dan bibir. Banyak santri yang dibegitukan, hampir semuanya,” terangnya.</p>
<p>“Doktrinnya itu, dunia dan seisinya itu nur (cahaya) Kanjeng Nabi. Itu benar, tapi terus ditandai dirinya sendiri, dibilang dunia ini halal untuk Nabi dan keturunan Nabi,” ujarnya.</p>
<p>Shofi juga mengatakan bahwa saat itu, jika istrinya ingin dinikahi oleh pelaku, ia harus memberi izin.</p>
<p>Selain mencium lawan jenis, Shofi juga mengaku sering melihat pelaku merangkul santri saat duduk bersama.</p>
<p>“Itu didiamkan karena orangnya mengaku Khariqul ‘Adah, punya kemampuan,” lanjutnya.</p>
<p>Kronologi Kasus Oknum Kiai Lakukan Pencabulan</p>
<p>Kasus ini mencuat dengan laporan 8 santri kepada salah satu pengurus ponpes yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Pati.</p>
<p>“Korban yang mengadu itu ada delapan orang. Sebetulnya dari keterangan saksi, korban lebih dari 30 sampai 50 santriwati di bawah umur, kelas 1 kelas 2 SMP,” kata kuasa hukum korban, Ali Yusron.</p>
<p>“Kronologi awalnya itu pengasuh ponpes ini menghubungi santriwati pada jam 12 malam untuk menemani tidur. Korban menolak, tetapi diancam kalau tidak mau, saya ganti, saya keluarkan,” tukasnya.</p>
<p>Menurutnya, korban masih kemungkinan akan terus bertambah karena kasus pencabulan diduga terjadi dalam kurun waktu tahun 2024 hingga 2026.(@red).</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/terbaru/9821/viral-kiai-di-pati-jadi-tersangka-pencabulan-santri-capai-50-orang/">Viral ! Kiai di Pati jadi Tersangka Pencabulan Santri Capai 50 Orang</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/terbaru/9821/viral-kiai-di-pati-jadi-tersangka-pencabulan-santri-capai-50-orang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekolah Rakyat Ringankan Beban Ibu di Pati yang Hidupi Anak Seorang Diri</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/terbaru/9780/sekolah-rakyat-ringankan-beban-ibu-di-pati-yang-hidupi-anak-seorang-diri/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/terbaru/9780/sekolah-rakyat-ringankan-beban-ibu-di-pati-yang-hidupi-anak-seorang-diri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2026 08:01:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[#jatim.]]></category>
		<category><![CDATA[Jatimrelasipublik]]></category>
		<category><![CDATA[Pati]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Rakyat Ringankan Beban Ibu di Pati yang Hidupi Anak Seorang Diri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=9780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pati &#8211; Sri Wahyuni, ibu tunggal asal Desa...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/terbaru/9780/sekolah-rakyat-ringankan-beban-ibu-di-pati-yang-hidupi-anak-seorang-diri/">Sekolah Rakyat Ringankan Beban Ibu di Pati yang Hidupi Anak Seorang Diri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pati</strong> &#8211; Sri Wahyuni, ibu tunggal asal Desa Pelemgede di Kabupaten Pati, merasa sangat bersyukur karena anaknya bisa bersekolah gratis di Sekolah Rakyat yang didirikan pemerintah. Sabtu, 25 April 2026</p>
<p>Sehari-hari, Sri bekerja serabutan. Sudah bertahun-tahun ia menjadi orang tua tunggal yang seorang diri menghidupi kedua anaknya.</p>
<p>Penghasilannya tak menentu, untuk biaya hidup saja sudah sulit, apalagi untuk membayar sekolah. Tapi sekarang beban Sri berkurang karena anak pertamanya, Muhammad Reihan Ataya, masuk ke SRMP 12 Pati.</p>
<p>&#8220;Saya senang, luar biasa. Merasa diperhatikan sama pemerintah, sama Pak Presiden,&#8221; kata Sri, dikutip pada Sabtu (25/4).</p>
<p>Kebahagiaan Sri semakin bertambah karena melihat perubahan positif pada diri anaknya setelah masuk Sekolah Rakyat.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah di sana ananda Muhammad Reihan Ataya itu sekarang salatnya lima waktu, enggak usah disuruh. Selesai salat langsung membaca Al-Quran. Pokoknya sangat bermanfaat,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Segala kebutuhan Reihan juga dipenuhi di Sekolah Rakyat. Mulai dari asrama, pakaian, seragam, hingga makanan.</p>
<p>&#8220;Dapat asrama, asramanya bagus. Dapat semua lengkap tanpa terkecuali. Dari Sekolah Rakyat dapat seragam, dapat semua kebutuhan anak, ditanggung sama Bapak Prabowo dari Sekolah Rakyat. Makannya itu satu hari tiga kali, dapat snack,&#8221; ucap Sri.</p>
<p>Ia berharap program Sekolah Rakyat ini dapat terus dijalankan untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin.</p>
<p>&#8220;Sangat membantu lah dari segi ekonomi juga. Harapannya Sekolah Rakyat itu semoga programnya itu jangan pernah berhenti, biar (berjalan) terus karena sangat bermanfaat sekali. Lanjut terus,&#8221; katanya.</p>
<p>Sembari mengucapkan terima kasih, Sri berharap Sekolah Rakyat membantu anaknya mencapai cita-cita.</p>
<p>&#8220;Mau berterima kasih dari hati saya yang paling dalam karena sangat membantu sekali anak saya menggapai cita-citanya. Semoga kelak jadi anak yang berhasil, anak yang berbakti, anak yang berhasil di dunia,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis yang dihadirkan pemerintah untuk membuka akses belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.</p>
<p>Melalui fasilitas pendidikan yang layak, pembinaan karakter, serta dukungan kebutuhan dasar, Sekolah Rakyat menjadi harapan baru agar setiap anak dapat meraih cita-cita tanpa terhalang kondisi ekonomi, serta memutus rantai kemiskinan.(@red).</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/terbaru/9780/sekolah-rakyat-ringankan-beban-ibu-di-pati-yang-hidupi-anak-seorang-diri/">Sekolah Rakyat Ringankan Beban Ibu di Pati yang Hidupi Anak Seorang Diri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/terbaru/9780/sekolah-rakyat-ringankan-beban-ibu-di-pati-yang-hidupi-anak-seorang-diri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
