<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>S.sos Arsip - Relasi Publik Jatim</title>
	<atom:link href="https://jatim.relasipublik.com/tag/s-sos/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://jatim.relasipublik.com/tag/s-sos/</link>
	<description>Mengutamakan Kepentingan Publik</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Mar 2023 05:37:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://jatim.relasipublik.com/wp-content/uploads/2025/04/cropped-Desain-tanpa-judul-80x80.png</url>
	<title>S.sos Arsip - Relasi Publik Jatim</title>
	<link>https://jatim.relasipublik.com/tag/s-sos/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sulaiman, S.Sos, Mendesak Polsek Sapeken Tangkap 4 Terduga Pelaku Pencuri Kayu Milik Perhutani</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/6578/sulaiman-s-sos-mendesak-polsek-sapeken-tangkap-4-terduga-pelaku-pencuri-kayu-milik-perhutani/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/6578/sulaiman-s-sos-mendesak-polsek-sapeken-tangkap-4-terduga-pelaku-pencuri-kayu-milik-perhutani/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Mar 2023 04:04:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[bkph sepanjang]]></category>
		<category><![CDATA[Desa sepanjang]]></category>
		<category><![CDATA[Mendesak Polsek Sapeken Tangkap 4 Terduga Pelaku Pencuri Kayu Milik Perhutani]]></category>
		<category><![CDATA[S.sos]]></category>
		<category><![CDATA[Sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[Terduga pencurian kayu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=6578</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUMENEP, Aktivis asal Pulau Kangean, Sulaiman, S. Sos...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/6578/sulaiman-s-sos-mendesak-polsek-sapeken-tangkap-4-terduga-pelaku-pencuri-kayu-milik-perhutani/">Sulaiman, S.Sos, Mendesak Polsek Sapeken Tangkap 4 Terduga Pelaku Pencuri Kayu Milik Perhutani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMENEP,</strong> Aktivis asal Pulau Kangean, Sulaiman, S. Sos mengingatkan Polsek Sapeken agar tidak main main menangani kasus dugaan pencurian kayu milik perhutani di Petak 1 A, Kelas Hutan KU II bagian hutan RPH Calung, BKPH Sepanjang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.</p>
<p>Sulaiman mendesak agar Polsek Sapeken segera menangkap 4 terduga pelaku pencurian kayu milik perhutani BKPH Sepanjang tersebut.</p>
<p>Diketahui, Terduga pelaku pencurian kayu milik perhutani BKPH Sepanjang tersebut diduga dilakukan oleh 4 terduga pelaku inisial Z, U,K, H.</p>
<p>Bahkan, Salah satu dari 4 terduga pelaku yakni inisial H merupakan Mitra PLN Desa Sepanjang, Kampoeng Mandar, Jl. Mujtahidin No.5, Sepanjang, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep.</p>
<p>Maka, Aktivis Keadilan asal Pulau Kangean, Aiman sapaan akrab, sangat menyayangkan atas perbuatan tidak terpuji yang dilakukan oleh keempat terduga pelaku pencurian kayu tersebut. Apalagi, salah satu dari terduga pelaku pencurian inisial H mitra PLN Sepanjang yang merupakan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ).</p>
<p>Mestinya, sebagai mitra PLN yang merupakan perusahaan BUMN lebih berhati jangan malah melakukan perbuatan yang tidak terpuji.</p>
<p>Untuk itu, diharapkan juga kepada PT Halihora Power dibawah rayon kangean memberikan sanksi tegas terhadap karyawan yang direkrutnya karena tersandung kasus tindak pidana.</p>
<p>&#8221; Jadi, sehubungan dengan program lisdes pulau sepanjang sudah rampung, PLN dibawah vendor halihora power. harusnya vendor power memberikan Saksi tegas terhadap karyawan yang baru direkrutnya karena tersandung kasus hukum,&#8221;Kata Aiman. Jum&#8217;at 24/3/2023.</p>
<p>Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, bahwa Polsek Sapeken diduga tidak melayangkanl surat Panggilan polisi terhadap inisial H terduga pelaku pencurian kayu di Petak 1A milik Perhutani BKPH Sepajang.</p>
<p>Padahal, berdasarkan informasi Media ini bahwa pencurian kayu di petak 1A milik perhutani BKPH Sepanjang diduga dilakukan oleh 4 terduga pelaku inisial Z,U,K, H.</p>
<p>Namun, Terkait Kasus tersebut Polsek Sapeken hingga kini belum bisa menetapkan tersangka terhadap 4 terduga pelaku tersebut, ada apa ya..?</p>
<p>Terkait hal itu, Kapolsek Sapeken Datun Subagyo menyatakan, Polsek masih bekerja untuk mengungkap kasus tersebut dan ada tahapannya.</p>
<p>&#8221; Mengenai perkembannya nanti kalau sudah terungkap, agar tidak menggangu proses penyelidikan,&#8221; Balasnya Via watshApp pada Media ini, Sabtu, ( 18/3/2023 ).</p>
<p>Sementara, Nur Mudakir Asper Perhutani BKPH sepajang membenarkan adanya 4 terduga pelaku yang dilaporkan ke Polsek Sapeken.</p>
<p>&#8221; Iya benar ada 4 Orang terduga pelaku, untuk lebih jelasnya tanyakan ke Polsek aja langsung, biar lebih jelas benar tidaknya,&#8221;Ucap Nur mudakkir Via WatshApp, Minggu, (19/3/2023 ).</p>
<p>* Noung daeng *</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/6578/sulaiman-s-sos-mendesak-polsek-sapeken-tangkap-4-terduga-pelaku-pencuri-kayu-milik-perhutani/">Sulaiman, S.Sos, Mendesak Polsek Sapeken Tangkap 4 Terduga Pelaku Pencuri Kayu Milik Perhutani</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/6578/sulaiman-s-sos-mendesak-polsek-sapeken-tangkap-4-terduga-pelaku-pencuri-kayu-milik-perhutani/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mawardi, S.sos : Ikhtiar Menginternalisasikan Pendidikan Kaffah</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2541/mawardi-s-sos-ikhtiar-menginternalisasikan-pendidikan-kaffah/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2541/mawardi-s-sos-ikhtiar-menginternalisasikan-pendidikan-kaffah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 May 2021 08:58:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Ikhtiar]]></category>
		<category><![CDATA[#Kaffah]]></category>
		<category><![CDATA[#Mawardi]]></category>
		<category><![CDATA[#Menginternalisasikan]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[S.sos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=2541</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUMENEP, Relasipublik.Com &#8211; Hari ini tepatnya tanggal 02...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2541/mawardi-s-sos-ikhtiar-menginternalisasikan-pendidikan-kaffah/">Mawardi, S.sos : Ikhtiar Menginternalisasikan Pendidikan Kaffah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMENEP, Relasipublik.Com &#8211; </strong>Hari ini tepatnya tanggal 02 Mei 2021 diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, hal ini tidak dapat dipisahkan dengan sejarah Ki Hadjar Dewantara yang disebut sebagai Bapak Pendidikan Indonesia dengan jargonnya &#8220;Ing ngarso sung tulado, Ing madya mangun karso, Tut wuri handayani&#8221; (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan yang baik, di tengah atau di antara murid seorang pendidik harus menciptakan prakarsa dan ide, dari belakang seorang pendidik harus memberikan dorongan dan arahan)</p>
<p>Pada momentum refleksi Hari Pendidikan Nasional 2021 ini saya akan berbagi dengan para kaum pelajar, dan semoga ini termasuk dalam kategori &#8220;Watawa Shoubil Haqqi, Watawa Shoubis Sobri&#8221;. Kali ini saya akan menulis tentang &#8220;Ikhtiar Menginternalisasikan Pendidikan Kaffah untuk Menyongsong Karakter Pelajar yang Beradab</p>
<p>Pendidikan merupakan salah satu bentuk proses transformasi ilmu pengetahuan, berbicara ilmu pengetahuan cakupannya sangat universal, dan ilmu pengetahuan itu bukan hanya terbatas diruang kelas formal pembelajaran akan tetapi jauh lebih luas dari pada pemahaman itu, pendidikan dapat dicerna dimana saja, kapan saja, dari siapa saja, sehingga pendidikan itu luas dengan segala dimensi-dimensinya.</p>
<p>Bentuk ikhtiar untuk mewujudkan pendidikan yang berorientasi terhadap kekuatan nilai- nilai luhur moral dan krakter pelajar yang beradab, dengan mengimplimentasikan pendidikan Kaffah yang mencakup terhadap internalisasi tiga dasar orientasi dalam pendidikan karakter. Ketiganya itu meliputi &#8220;Intelektual Question (IQ), Emosional Question (EQ) dan Spiritual Question (SQ)&#8221; ini sebagai ikhtiar positif yang harus diimplementasikan oleh para pendidik dalam proses transformasi keilmuan kepada para pelajar.</p>
<p>Intelektual Question yang memiliki pemahaman Kecerdasan Intelektual ini penting dalam menopang kemampuan para pelajar agar memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi dan diharapkan bisa memberikan ide-ide inovatif dan kreatif untuk pembangunan dan kemajuan kedepannya baik dalam tatanan kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Emosional Question yang secara gampangnya dapat dipahami sebagai Kecerdasa Emosional. Dengan kecerdasan emosional ini akan mengimbangi kecerdasan intelektual para pelajar, sebab pelajar yang memiliki kecerdasan secaa emosional dia akan lebih mengedepankan nilai-nilai luhur daripada hanya sekedar mentuhankan terhadap akal fikiran saja.</p>
<p>Spiritual Question dapat diartikan Kecerdasan Spiritual dan kecerdasan ini merupakan ruh dari Intelektual Question dan Emosional Question. Karena pelajar yang memiliki Spiritual Question dia akan mengesampingkan segala hal yang sekiranya berimplikasi nigatif meskipun secara Intelektual Questionnya akan menopang kedikjayaan kehidupan dunia, akan tetapi karena landasan Spiritual Question itu akan dikesampingkan.</p>
<p>Sehingga dengan terintegrasinya pendidikan Kaffah dengan tiga kecerdasan tersebut diharapkan bisa melahirkan generasi-generasi masa depan yang lebih mengedepankan rasa daripada akal fikiran belaka, mengedepankan nilai-nilai norma daripada kesenangan semata, lebih mengedepankan kebersamaan daripada kebahagian individual. Dalam hal ini Guru dan Orang Tua sama-sama memiliki peran yang sangat urgent demi melahirkan generasi Khairoh Ummah yang sesuai dengan nilai-nilai sakralitas ajaran agama.&#8221;Selamat Hari Pendidikan Nasional&#8221;</p>
<p>Penulis : Ms/Sri</p>
<p>Editor    : Mawardi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2541/mawardi-s-sos-ikhtiar-menginternalisasikan-pendidikan-kaffah/">Mawardi, S.sos : Ikhtiar Menginternalisasikan Pendidikan Kaffah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2541/mawardi-s-sos-ikhtiar-menginternalisasikan-pendidikan-kaffah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mawardi, S.sos : Membaca Sebagai Kunci Membuka Jendela Pengetahuan</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2415/mawardi-s-sos-membaca-sebagai-kunci-membuka-jendela-pengetahuan/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2415/mawardi-s-sos-membaca-sebagai-kunci-membuka-jendela-pengetahuan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2021 07:53:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Jendela]]></category>
		<category><![CDATA[#Kunci]]></category>
		<category><![CDATA[#Mawardi]]></category>
		<category><![CDATA[#Membaca]]></category>
		<category><![CDATA[#Membuka]]></category>
		<category><![CDATA[#Pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[#Sebagai]]></category>
		<category><![CDATA[S.sos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=2415</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUMENEP, Relasipublik.Com- Tanggal 23 April dinobatkan sebagai Hari...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2415/mawardi-s-sos-membaca-sebagai-kunci-membuka-jendela-pengetahuan/">Mawardi, S.sos : Membaca Sebagai Kunci Membuka Jendela Pengetahuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMENEP, Relasipublik.Com- </strong>Tanggal 23 April dinobatkan sebagai Hari Buku Nasional, para kaum pelajar, akademisi, aktifis dan seluruh elemen masyarakat yang memiliki dedikasi keilmuan tidak akan melupakan hari yang luar biasa ini, sebab buku merupakan kekayaan penting yang dapat mentransfer keilmuan kepada insan terpelajar.</p>
<p>Buku memiliki peranan yang vital dalam proses transformasi keilmuan dan pengentasan dari kejahilan agar dapat adaptif dengan perkembangan dan kebutuhan zaman yang serba instan dan modern. Dengan buku yang kemudian dikembangkan dengan proses membaca, akan menjadi kunci untuk membuka jendela pengetahuan menuju kehidupan yang penuh edukasi.</p>
<p>Serpihan kata yang mengandung moral, &#8220;Jika ingin mengenal dunia, maka Membacalah&#8221; tidak akan lekang dan terkikis keabsahannya oleh zaman, sebab dengan membaca kita akan memiliki pengetahuan dan sebagai proses menghilangkan kejahilan menuju kehidupan yang penuh peradaban.</p>
<p>Mari, para kader generasi muda yang nantinya akan menggantikan estafet perjuangan para pendahulunya, semarakkan lah minat dan bakat dalam membaca agar kita adaptif dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Selamat Hari Buku Nasional, jadikan permulaan untuk mempertahankan tradisi literasi membaca demi melek pengetahuan sebagai bekal kehidupan hari ini dan kehidupan masa depan.</p>
<p>Mawardi MS : Penulis Buku SANTRI ; Sosok dan Kiprahnya dalam Berpolitik, Berbangsa dan Bernegara</p>
<p>Penulis : Ms/Sri</p>
<p>Editor    : Mawardi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2415/mawardi-s-sos-membaca-sebagai-kunci-membuka-jendela-pengetahuan/">Mawardi, S.sos : Membaca Sebagai Kunci Membuka Jendela Pengetahuan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2415/mawardi-s-sos-membaca-sebagai-kunci-membuka-jendela-pengetahuan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mawardi, S.sos : Ramadhan Kariem Dengan Segala Dimensinya</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2277/mawardi-s-sos-ramadhan-kariem-dengan-segala-dimensinya/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2277/mawardi-s-sos-ramadhan-kariem-dengan-segala-dimensinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Apr 2021 18:24:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#Dengan]]></category>
		<category><![CDATA[#Dimensinya]]></category>
		<category><![CDATA[#Kariem]]></category>
		<category><![CDATA[#Mawardi]]></category>
		<category><![CDATA[#Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[#Segala]]></category>
		<category><![CDATA[S.sos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=2277</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Mawar, S.sos : Alumni Muda Pondok...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2277/mawardi-s-sos-ramadhan-kariem-dengan-segala-dimensinya/">Mawardi, S.sos : Ramadhan Kariem Dengan Segala Dimensinya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Mawar, S.sos : Alumni Muda Pondok Pesantren Salafiyah Syafi&#8217;iyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur</p>
<p>SUMENEP,<strong> Relasipublik.Com &#8211; </strong>Ramadhan secara etimologi berakar dari bahasa arab &#8220;Ramidha&#8221; atau &#8220;Arramadh&#8221; yang berarti kekeringan. Ramadhan secara terminologi berarti bulan dalam Islam yang menjadi waktu khusus untuk melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Ramadhan merupakan bulan kesembilan setelah Sya&#8217;ban dan sebelum Syawal dalam penanggalan tahun Hijriyah (Islam).</p>
<p>Pada bulan Ramadhan umat Islam yang telah ditaklif hukum menerima kewajiban untuk menunaikan ibadah puasa ramadhan dengan segala dimensi implikasi logisnya. Firman Allah SWT, &#8220;Ya Ayyuhalladzina Amanu Kutiba &#8216;Alaikum As-Shiam, Kama Kutiba &#8216;Alalladhina Min Qoblikum La&#8217;allakum Tattakun&#8221;. (Wahai Orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian untuk melaksanakan Puasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian semua menjadi orang yang bertaqwah).</p>
<p>Ibadah puasa memiliki kedudukan istimewan dibandingkan dengan jenis ibadah lain, khususnya puasa Ramadhan.</p>
<p>Puasa Ramadan juga menjadi sebagai bagian yang terintegritas dari salah satu rukun Islam yang ada lima, termasuk pula puasa sebagai ibadah yang mendapatkan balasan pahala langsung dari Allah SWT.</p>
<p>Hal tersebut sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya&#8217; &#8216;Ulumuddin, Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; ‘Sesungguhnya Rabb kalian berfirman, setiap kebaikan diberi pahala 10 kali hingga 700 kali lipat, kecuali berpuasa, karena puasa untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi pahala puasanya (tanpa batas jumlah pahala)’. Al-Hadits.</p>
<p>Dari salah satu keistimewaan ibadah puasa, aroma bau mulut orang yang sedang berpuasa disebutkan lebih wangi di sisi Allah  SWT daripada aroma wangi misyk (salah satu jenis minyak wangi). Bahkan jika ada orang yang mengajak bertengkar, umat Islam diminta menahan diri dan berkata; (Sesungguhnya saya sedang berpuasa), dan berpuasa secara medis juga dapat menyehatkan, &#8220;Shumu Tashihhu&#8221;. Dan masih banyak keistimewaan puasa di bulan Ramadhan.</p>
<p>Pemahaman puasa secara etimologi adalah &#8220;Al-Imsyak&#8221; yang artinya menahan, sementar puasa secara terminologi sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab Fathul Qorib adalah  menahan dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, dilandasi dengan niat yang telah ditentukan, selama siang hari secara penuh, bagi yang menerima atau mampu berpuasa dengan identitas muslim, yang mempunyai akal, yang suci dari Haid dan nifas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam berpuasa itu memiliki tingkatan sesuai dengan kualitas dalam menjalankan ibadah puasa. Abu Hamid Al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ ‘Ulumuddin menjabarkan tentang 3 (tiga) tingkatan orang berpuasa, yaitu puasa orang kebanyakan (Shaum al-‘Umum), puasa khusus (Shaum al-Khusus), serta puasa khusus dari khusus atau spesial (Shaum al-Khusus al-Khusus).</p>
<p>Shaum al-‘Umum (puasa kebanyakan orang)</p>
<p>yaitu orang yang melaksanakan ibadah puasa hanya sekedar mencegah perut dari makan, minum dan menjaga diri dari godaan syahwat birahi semata. Bahkan model puasa seperti ini ditingkatkan dengan katagori puasa paling rendah dibandingkan dua model puasa lainnya.</p>
<p>Artinya orang yang melaksanakan puasa dengan model ini, yakni berpuasa hanya sekadar memenuhi persyaratan dalam ibadah ini yaitu menahan lapar, haus, dan bersetubuh suami istri di siang hari. Mereka tetap mendapatkan balasan pahala, sementara terkait kadar atau kualitas pahalanya Wallahu &#8216;A&#8217;lamu.</p>
<p>Sehingga umat Islam harus senantiasa menjaga puasa mereka agar tidak hanya sekadar menjalankan rutinitas semata, atau sekadar menggugurkan kewajiban. Seperti yang dijelaskan dalam Kitab Bulughul Maron, Sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya &#8220;Begitu banyak orang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga belaka&#8221;.</p>
<p>Shaum al-Khusus, model puasa ini tidak hanya sekadar menahan diri dari makan, minum dan bersenggama. Namun juga menahannya indera dan alat gerak lainnya dari melakukan berbagai hal yang dilarang syariat. Mulai dari pendengaran, penglihatan, ucapan, hingga gerak tangan dan kaki diusahakannya agar tidak sampai melakukan tindakan yang bernilai maksiat dalam pandangan Allah SWT.</p>
<p>Umat Islam agar bisa terkategorikan pada tingkatan ini, seorang muslim sedikitnya harus menjaga diri sekaligus menjauhkan diri dari 6 (enam) jenis perbuatan berikut: Pertama, menahan diri dari melihat, memandang segala hal yang dicela dan dimakruhkan yang dapat membimbangkan dan melalaikan hati dari mengingat Allah &#8220;Dzikrullah&#8221;</p>
<p>Kedua, menjaga lidah dari perkataan dari hal yang sia-sia seperti mengumpat, berbohong, berkata keji, ucapan yang dapat merenggangkan persaudaraan, ucapan kebencian, atau mengandung riya’. Sehingga seorang muslim yang berpuasa lebih baik berdiam diri dan menggunakan waktu untuk berzikir kepada Allah maupun membaca Al-Qur’an.</p>
<p>Ketiga, menjaga pendengaran dari mendengar kata-kata yang tidak baik. Ucapan yang haram diucapkan, haram pula untuk didengarkan. Keempat, mencegah anggota tubuh lain dari perbuatan dosa dengan menghindari dari segala sesuatu yang makruh, mencegah perut mengonsumsi hal syubhat saat waktu berbuka apalagi hal yang diharamkan.</p>
<p>Kelima, tidak berlebihan saat berbuka puasa hingga perut penuh dengan makanan. Sebab perut yang penuh sesak dengan yang halal (dalam konteks berbuka puasa), berbahaya. Sebab seorang tidak mungkin mendapatkan faidah puasa jika saat tiba waktu berbuka, ia hanya mengincar apa yang tidak didapat saat berpuasa.</p>
<p>Keenam, mempunyai hati yang diliputi rasa cemas dengan penuh harap karena ketidaktahuan (apakah puasanya diterima atau tidak). Sehingga seorang muslim harus senantiasa berikhtiar memperbaiki diri dengan tidak berpuasa pada model dan tingkatan yang dilakukan.</p>
<p>Shaum al-Khusus al-Khusus, model puasa ini merupakan level puasa para Nabi, orang-orang shalih hingga para kekasih Allah SWT. Sebab pada tingkat puasa ini, hati juga berpuasa dari segala cita-cita hina, termasuk melepas dari segala pikiran duniawi, serta mencegah dari sisi lain selain Allah SWT.</p>
<p>Bahkan dalam tingkatan puasa ini, orang yang berpuasa tidak rela saat mereka justru lalai mengingat Allah SWT. Sebab fokus ibadah puasa yang dilakukan pada tingkatan ini hanya semata-mata mengharap Ridha Allah SWT sehingga puasa level ini masuk katagori tingkatan paling utama.</p>
<p>Dalam pelaksanaan ibadah puasa bulan suci Ramadhan juga ada 3 (tiga) hal yang harus diketahui dan diperhatikan oleh umat Islam, bahwa selam 1 (satu) bulan berpuasa lamanya itu, diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) bagian. Yakni 10 (sepuluh) hari awal bulan suci Ramadhan merupakah &#8220;Rahmah&#8221;, 10 (sepuluh) hari pertengahan bulan Ramadhan adalah &#8220;Maqhfirah&#8221; dan 10 (sepuluh) hari terakhir adalah &#8220;Itskun &#8216;Aninnari&#8221;.</p>
<p>Mawardi MS : Alumni Muda Pondok Pesantren Salafiyah Syafi&#8217;iyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur</p>
<p>Mawardi MS : Ramadhan Kariem Dengan Segala Dimensinya</p>
<p>Ramadhan secara etimologi berakar dari bahasa arab &#8220;Ramidha&#8221; atau &#8220;Arramadh&#8221; yang berarti kekeringan. Ramadhan secara terminologi berarti bulan dalam Islam yang menjadi waktu khusus untuk melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan selama sebulan penuh. Ramadhan merupakan bulan kesembilan setelah Sya&#8217;ban dan sebelum Syawal dalam penanggalan tahun Hijriyah (Islam).</p>
<p>Pada bulan Ramadhan umat Islam yang telah ditaklif hukum menerima kewajiban untuk menunaikan ibadah puasa ramadhan dengan segala dimensi implikasi logisnya. Firman Allah SWT, &#8220;Ya Ayyuhalladzina Amanu Kutiba &#8216;Alaikum As-Shiam, Kama Kutiba &#8216;Alalladhina Min Qoblikum La&#8217;allakum Tattakun&#8221;. (Wahai Orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu sekalian untuk melaksanakan Puasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian semua menjadi orang yang bertaqwah).</p>
<p>Ibadah puasa memiliki kedudukan istimewan dibandingkan dengan jenis ibadah lain, khususnya puasa Ramadhan.<br />
Puasa Ramadan juga menjadi sebagai bagian yang terintegritas dari salah satu rukun Islam yang ada lima, termasuk pula puasa sebagai ibadah yang mendapatkan balasan pahala langsung dari Allah SWT.</p>
<p>Hal tersebut sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya&#8217; &#8216;Ulumuddin, Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; ‘Sesungguhnya Rabb kalian berfirman, setiap kebaikan diberi pahala 10 kali hingga 700 kali lipat, kecuali berpuasa, karena puasa untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi pahala puasanya (tanpa batas jumlah pahala)’. Al-Hadits.</p>
<p>Dari salah satu keistimewaan ibadah puasa, aroma bau mulut orang yang sedang berpuasa disebutkan lebih wangi di sisi Allah SWT daripada aroma wangi misyk (salah satu jenis minyak wangi). Bahkan jika ada orang yang mengajak bertengkar, umat Islam diminta menahan diri dan berkata; (Sesungguhnya saya sedang berpuasa), dan berpuasa secara medis juga dapat menyehatkan, &#8220;Shumu Tashihhu&#8221;. Dan masih banyak keistimewaan puasa di bulan Ramadhan.</p>
<p>Pemahaman puasa secara etimologi adalah &#8220;Al-Imsyak&#8221; yang artinya menahan, sementar puasa secara terminologi sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab Fathul Qorib adalah menahan dari segala sesuatu yang membatalkan puasa, dilandasi dengan niat yang telah ditentukan, selama siang hari secara penuh, bagi yang menerima atau mampu berpuasa dengan identitas muslim, yang mempunyai akal, yang suci dari Haid dan nifas.</p>
<p>Dalam berpuasa itu memiliki tingkatan sesuai dengan kualitas dalam menjalankan ibadah puasa. Abu Hamid Al-Ghazali dalam Kitab Ihya’ ‘Ulumuddin menjabarkan tentang 3 (tiga) tingkatan orang berpuasa, yaitu puasa orang kebanyakan (Shaum al-‘Umum), puasa khusus (Shaum al-Khusus), serta puasa khusus dari khusus atau spesial (Shaum al-Khusus al-Khusus).</p>
<p>Shaum al-‘Umum (puasa kebanyakan orang)<br />
yaitu orang yang melaksanakan ibadah puasa hanya sekedar mencegah perut dari makan, minum dan menjaga diri dari godaan syahwat birahi semata. Bahkan model puasa seperti ini ditingkatkan dengan katagori puasa paling rendah dibandingkan dua model puasa lainnya.</p>
<p>Artinya orang yang melaksanakan puasa dengan model ini, yakni berpuasa hanya sekadar memenuhi persyaratan dalam ibadah ini yaitu menahan lapar, haus, dan bersetubuh suami istri di siang hari. Mereka tetap mendapatkan balasan pahala, sementara terkait kadar atau kualitas pahalanya Wallahu &#8216;A&#8217;lamu.</p>
<p>Sehingga umat Islam harus senantiasa menjaga puasa mereka agar tidak hanya sekadar menjalankan rutinitas semata, atau sekadar menggugurkan kewajiban. Seperti yang dijelaskan dalam Kitab Bulughul Maron, Sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya &#8220;Begitu banyak orang berpuasa hanya mendapatkan lapar dan dahaga belaka&#8221;.</p>
<p>Shaum al-Khusus, model puasa ini tidak hanya sekadar menahan diri dari makan, minum dan bersenggama. Namun juga menahannya indera dan alat gerak lainnya dari melakukan berbagai hal yang dilarang syariat. Mulai dari pendengaran, penglihatan, ucapan, hingga gerak tangan dan kaki diusahakannya agar tidak sampai melakukan tindakan yang bernilai maksiat dalam pandangan Allah SWT.</p>
<p>Umat Islam agar bisa terkategorikan pada tingkatan ini, seorang muslim sedikitnya harus menjaga diri sekaligus menjauhkan diri dari 6 (enam) jenis perbuatan berikut: Pertama, menahan diri dari melihat, memandang segala hal yang dicela dan dimakruhkan yang dapat membimbangkan dan melalaikan hati dari mengingat Allah &#8220;Dzikrullah&#8221;</p>
<p>Kedua, menjaga lidah dari perkataan dari hal yang sia-sia seperti mengumpat, berbohong, berkata keji, ucapan yang dapat merenggangkan persaudaraan, ucapan kebencian, atau mengandung riya’. Sehingga seorang muslim yang berpuasa lebih baik berdiam diri dan menggunakan waktu untuk berzikir kepada Allah maupun membaca Al-Qur’an.</p>
<p>Ketiga, menjaga pendengaran dari mendengar kata-kata yang tidak baik. Ucapan yang haram diucapkan, haram pula untuk didengarkan. Keempat, mencegah anggota tubuh lain dari perbuatan dosa dengan menghindari dari segala sesuatu yang makruh, mencegah perut mengonsumsi hal syubhat saat waktu berbuka apalagi hal yang diharamkan.</p>
<p>Kelima, tidak berlebihan saat berbuka puasa hingga perut penuh dengan makanan. Sebab perut yang penuh sesak dengan yang halal (dalam konteks berbuka puasa), berbahaya. Sebab seorang tidak mungkin mendapatkan faidah puasa jika saat tiba waktu berbuka, ia hanya mengincar apa yang tidak didapat saat berpuasa.</p>
<p>Keenam, mempunyai hati yang diliputi rasa cemas dengan penuh harap karena ketidaktahuan (apakah puasanya diterima atau tidak). Sehingga seorang muslim harus senantiasa berikhtiar memperbaiki diri dengan tidak berpuasa pada model dan tingkatan yang dilakukan.</p>
<p>Shaum al-Khusus al-Khusus, model puasa ini merupakan level puasa para Nabi, orang-orang shalih hingga para kekasih Allah SWT. Sebab pada tingkat puasa ini, hati juga berpuasa dari segala cita-cita hina, termasuk melepas dari segala pikiran duniawi, serta mencegah dari sisi lain selain Allah SWT.</p>
<p>Bahkan dalam tingkatan puasa ini, orang yang berpuasa tidak rela saat mereka justru lalai mengingat Allah SWT. Sebab fokus ibadah puasa yang dilakukan pada tingkatan ini hanya semata-mata mengharap Ridha Allah SWT sehingga puasa level ini masuk katagori tingkatan paling utama.<br />
Dalam pelaksanaan ibadah puasa bulan suci Ramadhan juga ada 3 (tiga) hal yang harus diketahui dan diperhatikan oleh umat Islam, bahwa selam 1 (satu) bulan berpuasa lamanya itu, diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) bagian. Yakni 10 (sepuluh) hari awal bulan suci Ramadhan merupakah &#8220;Rahmah&#8221;, 10 (sepuluh) hari pertengahan bulan Ramadhan adalah &#8220;Maqhfirah&#8221; dan 10 (sepuluh) hari terakhir adalah &#8220;Itskun &#8216;Aninnari&#8221;.</p>
<p>Editor : Mawardi</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2277/mawardi-s-sos-ramadhan-kariem-dengan-segala-dimensinya/">Mawardi, S.sos : Ramadhan Kariem Dengan Segala Dimensinya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2277/mawardi-s-sos-ramadhan-kariem-dengan-segala-dimensinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mawardi, S.sos : Berbahagialah Berjumpa Ramadhan</title>
		<link>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2215/mawardi-s-sos-berbahagialah-berjumpa-ramadhan/</link>
					<comments>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2215/mawardi-s-sos-berbahagialah-berjumpa-ramadhan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Jatim]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2021 07:52:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa timur]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Sumenep]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[# Berbahagialah]]></category>
		<category><![CDATA[#Berjumpa]]></category>
		<category><![CDATA[#Mawardi]]></category>
		<category><![CDATA[#Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[S.sos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://jatim.relasipublik.com/?p=2215</guid>

					<description><![CDATA[<p>SUMENEP, Relasipublik.Com &#8211; Kebahagiaan yang esensial itu harus...</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2215/mawardi-s-sos-berbahagialah-berjumpa-ramadhan/">Mawardi, S.sos : Berbahagialah Berjumpa Ramadhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SUMENEP, Relasipublik.Com &#8211; </strong>Kebahagiaan yang esensial itu harus diaplikasikan dengan syukur yang sebenarnya, yaitu dengan tiga motif syukur yang harus terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga motif syukur itu meliputi syukur dengan lisan, syukur dengan perbuatan dan syukur dengan hati keyakinan,  jika ketiga motif syukur ini telah diaplikasikan maka kebahagiaan itu telah dirasakan.</p>
<p>Menyambut datangnya Bulan Suci Ramadhan ini, umat Islam harus berbahagia dan mengaplikasikan kebahagiaan itu dengan tiga motif syukur yang diajarkan dalam agama Islam. Sebab, umat Islam yang berbahagia dengan datangnya bulan suci Ramadhan maka akan ada balasan positif yang luar biasa dari Allah SWT kepada hambanya, maka berbahagialah Berjumpa dengan bulan Ramadhan.</p>
<figure id="attachment_2217" aria-describedby="caption-attachment-2217" style="width: 300px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-2217" src="https://jatim.relasipublik.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210412-WA0220-300x285.jpg" alt="Mawardi, S.sos : Berbahagialah Berjumpa Ramadhan" width="300" height="285" srcset="https://jatim.relasipublik.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210412-WA0220-300x285.jpg 300w, https://jatim.relasipublik.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210412-WA0220.jpg 720w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-2217" class="wp-caption-text">#Sosok Mawardi Alumni Ponpes Salafiah- Syafi&#8217;iyah Sukorejo Sitobondo#Ok</figcaption></figure>
<p>Mari sejenak kita menelaah kembali (taqror) terhadap salah satu legalitas ajaran agama Islam yang memberikan respon positif terhadap umat Islam yang memiliki rasa kebahagian dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, (Man Fariha bi Duhuli Ramadhan, Harromallahu Jasadahu &#8216;ala An-Niron). Dan kebahagiaan itu harus diaplikasikan dengan kebahagiaan dalam hati dan perbuatan positif dengan datangnya bulan Ramadhan.</p>
<p>&#8220;Barang siapa yang merasa senang dengan datangnya bulan suci Ramadhan, maka Allah SWT mengharamkan terhadap jazadnya dibakar oleh api neraka&#8221; (Man Fariha bi Duhuli Ramadhan, Harromallahu Jasadahu &#8216;ala An-Niron), maka berbahagialah dengan menyambut bulan Ramadhan serta  melaksanakan kewajiban berpuasa ramadhan.</p>
<p>Berpuasa Ramadhan sudah menjadi kewajiban bagi seluruh umat Islam yang telah ditaqlif hukum dan akan ada konsekuensi logis yang diatur dalam ajara Islam, (Balasan Positif bagi yang melaksanakannya, dan Balasan Negatif bagi yang tidak mengindahkannya). Dan berpuasa Ramadhan itu dalam arti simplenya menahan dari makan dan minum, serta hal hal lain yang dapat membatalkan puasa yang pelaksanaannya tepat pada bulan suci Ramadhan.</p>
<p>Menahannya itu (Min Tulu&#8217;i Al-Fajri) dari terbitnya fajar dan diawali dengan niat (Nawaitu Shouma Ghadin &#8216;an Ada&#8217;i Fardhu As-syahri Ramadhana Hadiahi As-Sanati Lillahi Ta&#8217;ala) dan disunnahkan mengakhiri waktu sahur, menahannya hingga (Ila Ghuruni As-Syamsi) sampai terbitnya matahari dan disunnahkan untuk bersegera melaksanakan buka puasa.</p>
<p>Maka sudah seyogyanya kita sebagai umat Islam harus berbahagia dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan semoga kita semua diberkahi serta semoga jazad-jazad kita semua kelak diharamkan oleh Allah SWT dibakar oleh panasnya api neraka.</p>
<p>Penulis : Mawardi</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2215/mawardi-s-sos-berbahagialah-berjumpa-ramadhan/">Mawardi, S.sos : Berbahagialah Berjumpa Ramadhan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://jatim.relasipublik.com">Relasi Publik Jatim</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://jatim.relasipublik.com/kabupaten-sumenep/2215/mawardi-s-sos-berbahagialah-berjumpa-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
