Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaJawa tengahPendidikanTerbaru

Viral ! Kiai di Pati jadi Tersangka Pencabulan Santri Capai 50 Orang

12
×

Viral ! Kiai di Pati jadi Tersangka Pencabulan Santri Capai 50 Orang

Sebarkan artikel ini

Pati – Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah saat ini sedang memanas.

Seorang oknum kiai yang menjadi pengasuh di Ponpes tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus pencabulan yang dilakukan kepada para santriwatinya.

Beredar kabar bahwa santri yang menjadi korban dari oknum kiai tersebut mencapai hingga 50 orang.

Warga masyarakat sekitar yang geram pun mendatangi ponpes dan rumah pelaku pada Sabtu, 2 Mei 2026 dengan berunjuk rasa meminta agar pihak berwajib menuntaskan kasus ini dengan hukuman setimpal.

Salah satu yang datang dalam aksi tersebut adalah mantan pengikut pelaku yang bernama Shofi.

Ia dengan lantang mengungkap bahwa pelaku melakukan doktrin agar para pengikutnya terus menuruti perkataannya meski dirugikan.

Kerugian Uang dan Tenaga karena Dikuras oleh Pelaku

Shofi mengaku sudah ikut bersama pelaku sejak 2008 sampai 2018 dan justru banyak memberikan materi yang ia miliki kepada pelaku untuk pembangunan pondok.

“Menjadi korban dalam harta benda. Pada 2008 itu kerja gotong royong siang dan malam hari, nggak dibayar. Malah kalau punya uang, disetorkan sama dia,” kata Shofi kepada awak media pada Sabtu, 2 Mei 2026.

“2008 itu saya disuruh ngaku sama orang tua saya kalau mondok di tempat lain biar uang dari orang tua saya itu bisa masuk ke sini,” imbuhnya.

Mengenai jumlah kerugian secara materi, Shofi mengaku tak bisa menghitung karena merasa banyak uang yang telah ia berikan kepada pelaku.

“Tak terhitung mas. Tenaga aja pas bangun musala itu siang dan malam terus-terusan. Itu banyak yang seperti itu,” sambunnya.

Shofi juga mengaku pada 2009 pernah menjual tanah dan mendapatkan uang Rp9 juta untuk diberikan kepada pelaku.

Ungkap Doktrin dan Sikap Pelaku pada Santri

Lebih lanjut, Shofi mengaku alasan dirinya masuk sebagai pengikut pelaku karena menganggapnya sebagai sosok yang memiliki kemampuan lebih dan menjadi wali Tuhan.

“Saya anggap dia itu Wali Allah, dia tau semuanya. Mbah saya akan meninggal sampai jamnya dia tahu. Adik saya akan melahirkan jam 11 malam suruh telepon, dia ngasih tau jam dan nama,” jelasnya.

Shofi juga membeberkan bahwa pelaku selalu punya kebiasaan untuk menciumi para santrinya.

“Pelaku menyimpang ya paling salaman itu tadi. Istri saya juga begitu, dicium pipi kanan-kiri, jidat, dan bibir. Banyak santri yang dibegitukan, hampir semuanya,” terangnya.

“Doktrinnya itu, dunia dan seisinya itu nur (cahaya) Kanjeng Nabi. Itu benar, tapi terus ditandai dirinya sendiri, dibilang dunia ini halal untuk Nabi dan keturunan Nabi,” ujarnya.

Shofi juga mengatakan bahwa saat itu, jika istrinya ingin dinikahi oleh pelaku, ia harus memberi izin.

Selain mencium lawan jenis, Shofi juga mengaku sering melihat pelaku merangkul santri saat duduk bersama.

“Itu didiamkan karena orangnya mengaku Khariqul ‘Adah, punya kemampuan,” lanjutnya.

Kronologi Kasus Oknum Kiai Lakukan Pencabulan

Kasus ini mencuat dengan laporan 8 santri kepada salah satu pengurus ponpes yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Pati.

“Korban yang mengadu itu ada delapan orang. Sebetulnya dari keterangan saksi, korban lebih dari 30 sampai 50 santriwati di bawah umur, kelas 1 kelas 2 SMP,” kata kuasa hukum korban, Ali Yusron.

“Kronologi awalnya itu pengasuh ponpes ini menghubungi santriwati pada jam 12 malam untuk menemani tidur. Korban menolak, tetapi diancam kalau tidak mau, saya ganti, saya keluarkan,” tukasnya.

Menurutnya, korban masih kemungkinan akan terus bertambah karena kasus pencabulan diduga terjadi dalam kurun waktu tahun 2024 hingga 2026.(@red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *