Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaJawa timurKabupaten SumenepPolitikTerbaru

KPU Sumenep Gelar Forum Group Discussion Bersama Lintas Sektoral

55
×

KPU Sumenep Gelar Forum Group Discussion Bersama Lintas Sektoral

Sebarkan artikel ini

Sumenep, Jatimrelasipublik.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep mengakui adanya penurunan partisipasi pemilih dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) 2024 dibandingkan dengan Pilgub Jatim. Hal ini menjadi salah satu sorotan utama dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar KPU bersama lintas sektoral di El Malik Hotel, Selasa (25/2/2025).

Ketua KPU Sumenep, Nurussyamsi, menyebut bahwa partisipasi pemilih dalam Pilbup cenderung lebih rendah dibandingkan Pilgub Jatim yang justru mencatat angka tertinggi se-Jawa Timur. Hal ini menunjukkan adanya faktor tertentu yang menyebabkan kurangnya antusiasme warga dalam memilih kepala daerah.

Dalam diskusi tersebut, Komisioner KPU Sumenep, Malik Mustofa, menyatakan bahwa salah satu penyebab menurunnya partisipasi adalah faktor sosialisasi yang kurang maksimal. Selain itu, kejenuhan pemilih akibat pelaksanaan pemilu yang berdekatan juga dianggap mempengaruhi tingkat kehadiran masyarakat di TPS.

KPU Sumenep berencana meningkatkan strategi sosialisasi agar pemilih lebih antusias dalam memberikan hak suaranya. Upaya ini mencakup pendekatan berbasis komunitas, kampanye digital, serta program pendidikan pemilih yang lebih intensif.

Selain itu, evaluasi juga dilakukan terkait efektivitas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam menjangkau masyarakat. Beberapa daerah terpencil dilaporkan mengalami kendala akses, yang berdampak pada rendahnya jumlah pemilih yang datang ke TPS.

Masalah akurasi data pemilih juga menjadi perhatian dalam diskusi ini. KPU Sumenep mengakui masih ada pemilih yang sudah meninggal tetapi belum terhapus dari daftar pemilih tetap (DPT), sehingga hal ini perlu perbaikan melalui koordinasi dengan Dukcapil.

Dalam FGD ini, berbagai masukan dari peserta juga mengemuka, termasuk usulan untuk lebih memperhatikan kelompok pemilih pemula dan disabilitas. Kelompok ini dinilai masih menghadapi hambatan dalam berpartisipasi dalam pemilu.
KPU Sumenep menegaskan akan memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pemilu di masa mendatang.

Beberapa strategi yang akan dilakukan termasuk memperbaiki sistem sosialisasi, memperluas akses pemilih, serta meningkatkan transparansi dalam setiap tahapan pemilu.

Dengan evaluasi yang komprehensif, KPU Sumenep berharap dapat meningkatkan tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu berikutnya. Mereka optimistis bahwa pemilu yang lebih inklusif dan partisipatif dapat terwujud di masa mendatang.

 

( Noung daeng )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *