Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaJawa timurKabupaten SumenepTerbaruTNI - POLRI

Kritik Pedas Polisi Jadi Sahabat Kapolri, Kasi Humas Polres Sumenep Terkesan Anti Kritik

151
×

Kritik Pedas Polisi Jadi Sahabat Kapolri, Kasi Humas Polres Sumenep Terkesan Anti Kritik

Sebarkan artikel ini

Sumenep, Jatimrelasipublik.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listiyo Sigit Prabowo, M.Si mengatakan bahwa masyarakat yang mengkritik pedas Polisi menjadi sahabat kapolri

Namun, Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S kinerjanya patut dipertanyakan, karena terkesan anti kritik terkait pemberitaan oknum polisi juga penikmat hiburan malam yang telah ditayangkan dalam pemberitaan sebelumnya oleh media ini

Dalam hal itu, Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S langsung berikan memberikan respon kesannya mengintimidasi kepada awak media ini

” Apa maksudnya menulis berita seperti ini, jika ada oknum silahkan laporkan ke Propam. dan jangan mengadu domba,” Ucapnya via Whatsapp, Kamis (12/06/2024)

Tentunya, Statement mantan Kapolsek kota ( AKP Widiarti S – red ) itu terkesan anti kritik terhadap pemberitaan yang mengingatkan kepada jajaran kepolisian untuk menjaga integritas kepolisan repulblik Indonesia khususnya Polres sumenep

Tetapi, Pernyataan Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti berbanding terbalik dengan sikap Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. yang mengatakan bahwa siapapun yang berani memberikan kritik paling pedas mereka kepada polisi akan menjadi sahabat Kapolri.

” Saya sampaikan, yang berani mengritik paling pedas untuk polisi itu jadi sahabatnya kapolri,” ucap Listyo Sigit Prabowo yang dikutip VIVA pada Selasa, 20 September 2022.

Menurut Listyo, Kritik tersebut dibutuhkan, karena Kapolri ingin memberikan ruang kepada publik dan juga ingin mengetahui apa saja yang ada di pikiran masyarakat tentang kepolisian.

“ Saya ingin memberi ruang kepada masyarakat untuk kita betul-betul ingin tahu apa sih yang dipikirkan masyarakat tentang polisi,” ucapnya lagi.

Hal itu, tentunya diajarkan Kapolri kepada para anggotanya agar bisa mengetahui apa yang dirasakan masyarakat dan memperbaikinya menjadi lebih baik lagi.

“Ini juga yang saya ajarkan pada anggota, ini loh yang masih dirasakan, ini yang harus kita perbaiki jangan istilahnya buruk muka cermin dibelah,” pungkasnya.

Pewarta : Dafa

Editor     : Noung daeng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *