Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaJawa timurKabupaten SumenepPemerintahanTerbaru

KT Batu Langit Ciptakan Organik Sakti, Bawang Merah Varietas Rubaru Jadi Produk Unggulan Nasional

94
×

KT Batu Langit Ciptakan Organik Sakti, Bawang Merah Varietas Rubaru Jadi Produk Unggulan Nasional

Sebarkan artikel ini

Sumenep – Kelompok Tani (KT) Batu Langit Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, panen bawah merah Varietas Rubaru program demplot upland project Tahun 2023.

Hasil panen tanaman bawang merah tersebut tentunya sangat menakjubkan karena mencapai 19,6 ton per hektar. itupun, KT Batu langit tidak hanya sukses menanam bawang merah varietas rubaru, tetapi juga memberikan harapan baru bagi pengembangan bawang merah varietas rubaru melalui program demplot upland project 2023, khususnya di Kecamatan Pasongsongan.

” Alhmadulillah dipelaksanaan demplot bawang merah ini, kami menggunakan bawang merah varietas rubaru seluas 0,25 hektar, dengan menggunakan 3 (tiga) perlakuan,” kata Abdul Adim Yasin, Ketua KT Batu Langit  Lebeng Barat, Minggu (15/9/2023).

Menurutnya, pihaknya menggunakan perlakuan organik sakti. organik sakti itu diracik atau dibuat oleh koperasi produsen Tani Keraton langit Kecamatan Pasongsongan, dengan menggunakan perlakuan biosaka, jakaba. Jadi, pengubinan itu dilakukan oleh Korluh BPP Kecamatan Pasongsongan dan juga langsung oleh BPS Balai Pusat Statistik Kecamatan Pasongsongan.

” Hasilnya sama dengan rincian, untuk perlakuan organik sakti provitasnya 19,6 ton per hektar, dan perlakuan biosaka 12,4 ton per hektar, sedangkan perlakuan jakaba menghasilkan 13,4 ton per hektar,” urainya.

Lebih lanjut Ia memaparkan, perlakuan organik sakti sangat mendominasi dengan menghasilkan 19,6 ton per hektar. Uniknya, organik sakti itu dibuat langsung dan dikembangkan oleh koperasi produsen Tani Keraton langit.

Maka dalam hal ini, Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak, karena telah hasil panen bawang merah varietas rubaru mendapatkan sebuah pencapaian yang luar biasa, karena bawang merah varietas rubaru biasanya provitasnya tidak jauh dari 6 atau 7 atau 8 ton per hektar hasil panennya.

Jadi, kami yakini ini adalah bagian dari potensi alam Pasongsongan yang luar biasa dengan inovasi organik sakti yang dikembangkan oleh koperasi produsen dan keraton langit Kecamatan Pasongsongan.

” Kami berharap Dinas Pertanian dan Upland Project semakin memperhatikan Kecamatan Pasongsongan, mengingat potensi alam yang luar biasa yang dapat menghasilkan panen bawang merah verietas rubaru menjadi produk unggulan nasional,”harapnya.

Di lain sisi Ketua Kelompok Tani Batu Langit Abdul Halim Yasim juga menyampaikan, rasa terimakasih kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, Kepala Dinas DKPP Kabupaten Sumenep Arif Firmanto yang selalpu ada untuk kepentingan para petani.

Selain itu, ia juga menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Pertanian dan juga kepada upland project karena telah memberikan kesempatan kepada kami kelompok tani batu langit untuk melaksanakan kegiatan demplot bawang merah di kelompok tani batu langit dengan seluas 025 hektar.

Ia menambahkan, pada saat dilakukan pengubinan pada waktu panen demplot bawang merah di kelompok Tani Batu Langit itu dihadiri oleh Korluh BPP Kecamatan Pasongsongan para BPL para fasilitator Desa kegiatan upland. Dan dihadiri juga oleh BPS (Balai Pusat Statistik) Kecamatan Pasongsongan serta juga dihadiri oleh petugas BOPP Provinsi Jawa Timur yang bertugas di Kecamatan Pasongsongan, serta dihadiri langsung oleh tenaga ahli Kementan Bidang Agronomi, tenaga ahli Kementan Bidang pelatihan dan tenaga ahli Kementerian Pertanian Bidang Kelembagaan dan Rantai nilai.

Sementara, Bahtiar Julianto, S.Pt selaku Korlu BPP Kecamatan Pasongsongan menegaskan bahwa dirinya akan terus menggenjot apa yang menjadi kekurangan kekurangan petani akan diperbaiki sehingga kedepan tambah lebih efisien.

Namun, pihaknya juga mengharapkan pemerintah bisa menyediakan bantuan sarana dan seperti pembanguana rumah pompa karena prasarana sudah ada.

Jadi, seandainya dari pemerintah bisa menganggarkan untuk prasarananya alangkah lebih baiknya kedepan agar bisa menekan biaya produksi, sehingga lebih efisien lagi bagaimana sekecil mungkin atau seirit mungkin biayanya tetapi tetap menghasilkan bawang semaksimal mungkin.

” Kami patut berbangga ada seorang tokoh masyarakat atau tokoh agama, menemukan produk organik sakti. dan Ini perlu kita apresiasi bersama dengan terobosan baru ini dan kita akan dampingi untuk perizinannya dan kita komunikasikan dengan pihak-pihak terkait agar bisa menjual bebas brandnya,” Tukasnya.

Penulis : Noung daeng

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *